INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) telah menghabiskan dana belanja modal sekitar Rp 12,8 triliun per September 2009.
Hal itu disampaian Direktur Keuangan TLKM Sudiro Asno, Senin (2/11). Biaya belanja modal sekitar Rp 8 triliun untuk Telkomsel, Telkom sekitar 4,4 triliun dan anak perusahaan sekitar Rp 379 miliar. "kurang lebih 70% dari total capex yang dianggarkan hingga akhir tahun estimasi hampir 100 persen telkomsel efisiensi harga dibandingkan sebelumnya sehingga volume produksi naik jadi ada pergeseran 84%," kata Sudiro.
Ia menambahkan sisa belanja modal sekitar 14% hingga 15 % akan dianggarkan pada triwulan 4 2009. Sudiro mengatakan dana investasi sekitar Rp 2,21 triliun untuk new wave. TLKM juga mencatatkan utang sekitar Rp 23,3 triliun. Sekitar 82% dalam mata uang Rupiah sedangkan dolar AS sekitar 12% dan mata uang yen sekitar 6%. "ada penurunan sekitar 10% dibandingkan pada kuartal 3 tahun 2008," jelas Sudiro.
Per September 2009 TLKM mencatatkan laba bersih sekitar Rp 381 miliar atau naik 4,3%. Laba usaha mengalami kenaikan sebesar Rp 776 miliar atau 4,5% dan kenaikan pendapatan sekitar Rp 2.465 miliar atau naik 5,5% dibandingkan periode sebelumnya yang sebagian berasal dari kenaikan pendapatan seluler sebesar Rp 2.760 miliar atau 15,1%. Pendapatan data naik sebesar Rp 1.534 miliar atau 14,1%. Sementara pendapatan telepon tetap turun dan interkoneksi turun masing-masing sebesar Rp 1.078 miliar atau 14,5% dan Rp 899 miliar atau 13,5%. [hid]