INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana akan menerbitkan obligasi dalam denomisasi rupiah sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun pada triwulan II 2010.
Hal itu disampaikan Direktur Keuangan TLKM Sudiro Asno, Senin (2/11). "Saat ini sedang dalam proses beauty contest dengan underwriter," kata Sudiro.
Ia mengatakan obligasi ini bertenor 5 hingga 10 tahun. Sekitar 3 hingga 4 underwriter yang menangani obligasi tersebut. Penerbitan obligasi ini digunakan untuk modal kerja dan investasi. Ia menambahkan pihaknya akan melihat urutan-urutan untuk financing termasuk penerbitan obligasi. Menurut Sudiro penerbitan obligasi memang cukup kompleks dibandingkan financing lainnya.
Ia menambahkan, perkiraan belanja modal pada 2010 akan ada penurunan persentase dengan asumsi belanja modal sekitar Rp 19 triliun hingga Rp 20 triliun atau sekitar US$ 2 miliar. Belanja modal ini digunakan untuk investasi di new wave dan infrastruktur. Seperti diketahui pada 2009 TLKM menanamkan investasi sekitar Rp 2,21 triliun pada new wave, MNA sekitar Rp 670 miliar. "sekitar 40 % hingga 70% kita akan investasi untuk wave," ujar Sudiro. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !