Senin, 28 Mei 2012 | 23:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pengelola Warnet Keluhkan Hotspot
Headline
Istimewa
Oleh:
web - Senin, 2 November 2009 | 20:10 WIB
INILAH.COM, Semarang- Sejumlah warung internet yang ada di Kota Semarang mengeluhkan semakin banyak hotspot di tempat publik telah memicu penurunan pendapatan.

Salah seorang pemilik Warnet Spyder-net di daerah Citarum Semarang, Junaidi, Senin, mengatakan pendapatan usahanya mengalami penurunan hampir lima puluh persen. Penurunan itu beberapa bulan sejak banyak bermunculan hotspot di tempat umum seperti di kafe, hotel, dan restoran,

"Sebelum trend hotspot ada, warnet saya dapat meraih pendapatan sekitar Rp1,7 juta setiap harinya yang selama tiga shift," katanya.

Menurut Junaidi, konsumen sekarang lebih memilih mengakses internet di tempat-tempat yang terdapat hotspot karena selain lebih murah dan lebih cepat, juga mengikuti trend yang ada saat ini.

Seorang operator Warnet Jibiyu di Jalan Hayam Wuruk Semarang, Nita mengatakan untuk menyiasati agar para pelanggan warnet tidak beralih mengaskses internet di tempat-tempat yang terdapat hotspot maka pihaknya berusaha memberikan beberapa fasilitas tambahan.

"Selain penambahan fasilitas dengan mempercepat koneksi internet, kami juga menambah jam operasional selama 24 jam," ujarnya.

Dengan beberapa penambahan tersebut, diharapkan akan memudahkan dan memanjakan konsumen yang terdiri dari beberapa kalangan.

Dia mengatakan, waktu operasional warnet 24 jam atau nonstop merupakan nilai tambah dalam menjaring konsumen pengguna internet.

"Beberapa pelanggan banyak menghabiskan waktu untuk mengakses internet pada waktu-waktu di luar jam kerja atau larut malam," katanya.

Sementara itu, seorang teknisi Warnet Centro yang terletak di Jalan Majapahit Semarang, Paulus mengaku tetap optimis bisnis warnet mempunyai pasar tersendiri.

Menurutnya, pemasangan hotspot di beberapa tempat umum memang memberikan dampak pada penurunan pendapatan, namun hal tersebut dinilai tidak terlalu signifikan.

"Tidak semua pengguna internet memiliki perangkat yang dapat mengakses internet dengan bantuan hotspot sehingga masih tetap membutuhkan warnet," ujarnya.

Namun demikian, Paulus tetap berharap pihak-pihak yang berkompeten dalam bisnis internet yang menggunakan hotspot juga memikirkan kelangsungan usaha warnet yang pernah mengalami masa kejayaan sekitar satu tahun terakhir ini.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.