INILAH.COM, Jakarta - Terkait rencana penerbitan kembali obligasi berdenominasi rupiah senilai Rp1,5 triliun, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mohon ijin ke Bapepam-LK.
"Kita berharap tahun ini (bisa diterbitkan). Realisasinya kita tunggu, prosesnya sudah dimulai," ujar Wadirut PLN Rudiantara saat ditemui wartawan di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11).
PLN menunjuk tiga underwritter untuk penerbitan obligasi tersebut yaitu Danareksa Securities, Mandiri Securities dan Bahana Securities.
Nantinya, menurut Rudiantara, dana tersebut akan digunakan untuk investasi dalam pengembangan bisnis. "Investasi dan general porpose, serta untuk 10.000mw tahap I," ujarnya.
Sebelumnya, persroan juga telah melakukan penerbitan obligasi berdenominasi dolar senilai US$1,25 miliar. Dan pada 24 Agustus lalu, perseroan juga telah menerbitkan obligasi rupiah senilai Rp1,25 miliar. [mre/hid]