INILAH.COM, Washington Pemerintah AS merasa produksi plutonium Korut untuk senjata atom berlawanan dengan komitmen pelucutan senjata dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Hal ini tentu saja berlawanan dengan komitmen yang mereka buat pada 2005 dan itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, tegas Jubir Deplu AS Ian Kelly setelah Korut mengumumkan produksi plutonium untuk program senjata nuklirnya, Rabu (4/11).
Dalam perjanjian dengan AS dan empat negara besar lainnya pada 2005 lalu, Korut setuju membatalkan program nuklir dan kembali ke Perjanjian Non-Proliferasi sebagai pengganti keamanan dan jaminan diplomatik serta bantuan energi.
Pemerintah Obama terbuka untuk pembicaraan langsung dengan negara komunis itu yang akan berujung pada kembalinya ke pembicaraan multilateral. Syarat tersebut diajukan jika Korut ingin berdiskusi secara bilateral. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !