INILAH.COM, Washington Pemerintah AS menolak memberikan vaksin H1N1 atau flu babi kepada para tahanan terorisme di penjara Guantanamo, Kuba, meski mereka memang bertanggung jawab atas nasib penghuninya.
Laporan yang menyatakan tahanan Guantanmo akan menerima vaksinasi H1N1 itu keliru. Tak ada vaksin di Guantanamo dan tak ada vaksin yang dalam perjalanan ke Guantanamo, kata Jubir Gedung Putih Robert Gibbs kepada wartawan, Rabu (4/11).
Penjelasan tersebut disampaikan setelah seorang pejabat senior militer AS akhir pekan lalu mengatakan suntikan H1N1 akan diberikan kepada tahanan Guantanamo. Pernytaan itu memicu kecaman keras karena alasan ada kekurangan vaksin yang serius bagi warga sipil Amerika.
Kami masih menunggu vaksin dan akan memperoleh vaksin. Vaksin itu tidak berada dalam perjalanan. Kami menunggu untuk menerima vaksin tapi kami tidak mengetahui kapan, demikian ujar Jubir Satgas Gabungan Guantanamo, Brook DeWalt menanggapi ucapana Gibss.
Presiden Barack Obama penghujung bulan lalu mengumumkan keadaan darurat nasional setelah virus flu H1N1 memasuki gelombang keduanya tahun ini. Produsen obat didesak untuk mempercepat pembuatan vaksin bagi jutaan penduduk Amerika.
Lebih dari 5.700 orang tewas di seluruh dunia sejak virus itu pertama kali ditemukan pada April. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebanyakan kematian, atau sekitar 4.175, terjadi di Belahan bumi Barat, per data Jumat (30/10). [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !