INILAH.COM, Seoul AS dan Korea Utara telah sepakat mengadakan dua putaran perundingan bilateral sebelum negara komunis itu kembali kepada perundingan perlucutan senjata nuklir multilateral.
Berdasarkan laporan majalah Foreign Policy yang mengutip seorang pejabat, Rabu (4/11), perkembangan penting telah dilakukan dalam rangkaian perundingan antara utusan khusus Deplu AS untuk perundingan enam negara, Sung Kim, dan pejabat tamu dari Korut, Ri Gun.
Korut mengatakan pihaknya siap kembali ke perundingan perlucutan nuklir enam negara yang mereka tinggalkan April lalu. Namun hal itu dilakukan setelah mereka berdiskusi secara bilateral dengan Washington untuk memperbaiki hubungan.
Kepala perunding nuklir Korut, Wi Sung-Lac, mengatakan kepada kantor berita Yonhap secara terpisah, bahwa AS diperkirakan akan segera memutuskan mengenai dialog bilteral itu dan kapan diselenggarakannya.
Negara komunis tersebut terus menekan AS agar memulai perundingan langsung. Pihaknya mengumumkan telah menyelesaikan pemrosesan kembali bahan bakar miliknya untuk dijadikan plutonium, dalam rangka prgram persenjataan atom.
Departemen Luar Negeri AS menanggapi bahwa produksi plutonium Korut melanggar komitmen perlucutan senjata dan melanggar resolusi-resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB. [*/vin]