Minggu, 27 Mei 2012 | 23:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pengobatan dengan Panas Bumi
Oleh:
web - Rabu, 4 November 2009 | 15:19 WIB
TUBUH manusia terdiri dari susunan tulang-tulang, otot, saraf, dan organ-organ penting penunjang lainnya. Untuk menggerakan organ-organ dan otot serta jaringan tubuh lain, diperlukan energi badan, dalam derajat suhu tertentu.
Dalam beraktifitas organ-organ tubuh dan jaringan lain dikendalikan dan dikontrol dari pusat saraf kita, yaitu otak dan medulla spinalis. Salah seorang terapis kondang dari kota kembang Bandung, Bapak Sugondo, sudah berhasil menciptakan pengobatan dengan menggabungkan dua kekuatan energi panas bumi dan energi badan, yang menjadi cara penyembuhan segala penyakitaman tanpa efek samping.
Pengobatan tersebut diberi nama TG.G8. Sebuah panggilan yang disesuaikan dengan penyempurnaan pengembangan teknologinya. TG.G8 dapat dipakai untuk mengobati sakit diabetes, ginjal, kanker, tumor, jantung dan penyakit kronis lain yang di rumah sakit sudah tidak ditemukan obatnya.
Pengobatan TG.G8 adalah melalui penyaluran magnetik tubuh dari saraf pusat di medula spinalis. Yaitu sepanjang ruas tulang belakang yang terdiri 33 atau 34 ruas. Ruas tulang belakang bagian depannya badan ruas, sedang bagian belakangnya lengkung ruas.
Di antara badan ruas dan lengkung ruas terdapat lubang-lubang atau foramen vertebra yang akan berhubungan dengan foramen vertebra yang lain sehingga terbentuk saluran sum-sum tulang belakang atau canalis vertebralis yang berisi sum-sum tulang belakang atau medula spinalis.
Dari sum-sum tulang belakang ini keluar batang-batang saraf sebanyak 31 atau 32 pasang melalui lubang ruas di kiri kanan atau foramen inter vetebralis. Dari 31 atau 32 pasang saraf ini magnetik tubuh dirangsang atau disalurkan menjadi energi tubuh yang luar biasa memperlancar cairan tubuh dan proses metabolisme.
Sehingga kerusakan sel atau jaringan akan diblokade dan diubah. Sel bukan lagi menjadi ganas atau sel kanker tetapi diubah menjadi ketahanan tubuh. Jadi, pada gilirannya sel dapat menjadi kekuatan tubuh, sehingga kerusakan sel dan perubahan-perubahan yang abnormal dapat terproteksi oleh mesin-mesin tubuh.
Tentu ini tidak bisa hanya sekali terapi. Terapi dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan beratnya tingkat penyakit tersebut. Pengobatan dilakukan secara rutin dan kontinyu.Yang menjadi pedoman bersama bagi pencari kesembuhan adalah perlu diingat bahwa kesembuhan penyakit bukanlah milik seorang terapis, melainkan atas ijin Tuhan.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.