inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Antam Beli Newmont, Berkah atau Ganjalan?

Headline
istimewa
Oleh: Bastaman
Rabu, 4 November 2009 | 15:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang (Antam) akhirnya ditunjuk sebagai perwakilan pemerintah pusat dalam pembelian 14% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Seperti diketahui, ini merupakan bagian dari 21% saham yang mesti dilepas NNT dalam rangka divestasi.
Sebelumnya, NTT juga telah melepas 10% sahamnya kepada pemerintah daerah. Sedangkan 20% lainnya sudah dikuasai pengusaha kondang Jusuf Merukh. Dengan demikian kepemilikan Newmont Mining Corp di NNT kini tinggal 49%.
Rencana masuknya Antam ke NNT sempat ditolak Menteri Keuangan. Maklum, nilai 14% saham NNT itu mencapai US$493,64 juta atau sekitar Rp4,5 triliun. Sementara dana encer yang dimiliki Antam diperkirakan hanya US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun.
Nah, kalau kas Antam diganggu, BUMN ini dikhawatirkan tidak bisa mencetak laba yang besar lagi. Padahal, selama ini Antam menjadi salah satu andalan pemerintah pusat untuk menambal defisit anggaran dari laba bersih yang diraihnya.
Mengingat dana yang dibutuhkan untuk membeli 14% saham NNT cukup besar, Antam memutuskan menggandeng konsorsium PT Daerah Maju Bersama (DMB), perusahaan yang didirikan oleh Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat, dan Pemkab Sumbawa) dengan PT Multicapital (Bakrie).
Belum jelas, bagaimana komposisi kepemilikan konsorsium ini di NNT. Yang jelas, masuknya Antam ke NNT membuat langkah BUMN ini untuk akusisi dua perusahaan tambang emas di Kalimantan menjadi batal.
Seperti diketahui, untuk meningkatkan cadangan emasnya, Antam berniat mengambil dua tambang emas di Kalimantan dengan harga US$150 juta. Sebelumnya, BUMN ini telah mengakuisisi 95% saham tambang emas PT Cibaliung Sumber Daya.
Antam juga tengah melakukan kegiatan eksplorasi penambangan emas di Aceh Tengah, Tapanuli Utara, Batangasai (Jambi), Pongkor dan Papandayan, serta Ajibarang dan Tirtomoyo (Jateng).
Dengan masuknya Antam ke NNT, maka rencana pembelian dua tambang emas di Kalimantan terancam batal, kata Bimo Budi Satriyo, Sekretaris Perusahaan Antam. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.