inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bank Dunia: Dana Asing Harus Diwaspadai

Headline
istimewa
Oleh:
Rabu, 4 November 2009 | 19:39 WIB
INILAH.COM, Jakarta - mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pemulihan krisis global adalah mewaspadai pembelian obligasi oleh pihak asing.

Hal itu dikatakan Ekonom Kepala Bank Dunia William Wallace di Jakarta, Rabu (4/11). "Ini merupakan ancaman baru bagi perekonomian Indonesia di tengah pemulihan krisis global," ujarnya.

Menurut dia, arus modal asing ini dapat mengurangi biaya saham dan peminjaman di Indonesia namun dapat meningkatkan resiko makro, karena modal ini dapat segera ditarik ketika krisis finansial sedang berlangsung. "Apalagi bulan September lalu ada obligasi senilai Rp11,5 triliun yang dibeli pihak asing," ujarnya.

William juga menambahkan posisi Indonesia memang masih menguntungkan namun kondisi global yang belum memberikan kepastian akan dapat menurunkan prospek pertumbuhan sementara dan dibutuhkan usaha ekstra dalam sisi kebijakan. "Dalam jangka menengah pemulihan untuk ekspor non komoditas akan berjalan lambat dan berdampak pada angka pengangguran serta upaya pengurangan angka kemiskinan, walaupun ada peluang untuk menyelaraskan tingkat inflasi yang rendah dengan tingkat inflasi regional dan peluang untuk melakukan ekspansi fiskal," ujarnya.

Tantangan lainnya adalah bagaiamana melepaskan ketergantungan dari stimulus fiskal sebesar Rp12 triliun dan stimulus moneter yang masih sulit akibat ketidakpastian seputar "lags" atau suatu situasi dimana perubahan terlalu cepat berdampak buruk pada pemulihan dan dampak membuat inflasi melonjak serta pergeseran dari inflasi produk ke volatilitas harga aset. "Artinya volatilitas pasar modal kemungkinan akan tetap tinggi seperti kurs, harga komoditas dan suku bunga yang berdampak Indonesia sebagai penghasil komoditas sangat rentan serta volatilitas yang kecil dari akhir 2008," ujarnya.

Pemulihan rupiah yang cenderung mulai stabil ke angka Rp9600 per dolar AS juga dikhawatirkan dapat menekan eksportir dan memancing arus modal portfolio secara cepat.

William juga menjelaskan mengenai target inflasi yang saat ini sudah mulai stabil dan berkisar di angka 4 persen, namun angkanya masih jauh di atas mitra-mitra ekspor Indonesia dan cukup mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, William melanjutkan proyeksi pendapatan per kapita Indonesia dapat meningkat untuk 2014 yang secara bertahap peningkatan GDP sebesar 5,4 persen pada 2010 dan 6 persen pada 2011. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.