inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Rupiah Menguat Antisipasi Keputusan The Fed

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Vina Ramitha
Rabu, 4 November 2009 | 20:04 WIB
INILAH.COM, Jakarta Rupiah bergerak menguat, seiring membaiknya indeks saham di bursa domestik. Koreksi dolar AS menyusul spekulasi aksi The Fed, juga memberi sentimen positif.
Nilai tukar rupiah di pasar spot valas antar bank pada Rabu (4/11) menguat di 9.525 per dolar AS, ketimbang posisi sebelumnya di 9.600. Berdasarkan Bloomberg, 16.30 WIB, rupiah pun menguat 50 poin (0,5%) ke 9.530 per dolar AS.
Rupiah ditutup menguat, seiring membaiknya pergerakan saham di bursa regional dan domestik, serta sentimen positif dari kenaikan mata uang kawasan. Adapun dolar AS melemah untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir, terkait spekulasi menjelang pertemuan kebijakan moneter bank sentral AS The Fed (FOMC).
Para pemain menahan diri untuk mengambil posisi menjelang pertemuan FOMC, kata Gareth Berry, strategist valas di UBS AG di Singapura. Menurutnya, pasar berekspektasi, The Fed akan kembali menjaga suku bunga di rekor rendahnya 0-0,25%, dalam periode lebih lama. Alhasil, minat pada aset AS pun melemah.
Sebaliknya, pasar memburu aset berisiko di emerging market, termasuk Indonesia, ujarnya. Dolar AS di pasar Asia hari ini bergerak cukup hati-hati menunggu petunjuk dari The Fed dan pertemuan bank sentral lainnya. Dolar AS diperdagangkan di 90,29 yen, dibandingkan sebelumnya 90,31 yen. Euro menguat tipis ke 1,4730 dolar, dibandingkan 1,4728 dolar.
Kepala kelompok forex di Chuo Mitsui Trust Bank, Yosuke Hosokawa mengatakan, para pelaku pasar melihat hasil FOMC untuk menilai ekonomi AS. The Fed diperkirakan menahan suku bunga pinjaman utamanya, dengan ekspektasi Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris juga akan mengumumkan keputusan kebijakan besok.
Kebanyakan analis memperkirakan tak ada perubahan dalam tingkat suku bunga di Eropa. Namun pasar akan mengawasi dengan cermat untuk melihat apa yang mungkin dikatakan bank sentral pada prospek pengetatan kebijakan moneter. Investor juga mengubah perhatian mereka ke data utama pekerjaan AS yang akan keluar Jumat (6/11).
Sore ini, mata uang kawasan umumnya ditutup menguat terhadap dolar AS, kecuali terhadap tiga mata uang. Dolar menguat 0,67% ke 0,72 terhadap dolar Selandia Baru, 0,54% terhadap dolar Australia, dan 0,32 poin (0,36%) ke level 90 yen Jepang.
Sementara pelemahan dolar di kawasan dipimpin oleh rupee India sebesar 0,7% ke 47,05, kemudian diikuti peso Filipina dengan 0,45% ke 47,53, ringgit Malaysia 0,39% ke 3,41, won Korea 0,30% ke 1178,4. Lalu dolar Singapura 0,17% ke 1,39, baht Thailand 0,08% ke 33,43, dolar Taiwan 0,05% ke 32,5 dan yuan China 0,0007% ke 6,82. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.