INILAH.COM, Jakarta - Enam bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) bersama Kementerian Negara Koperasi dan UKM sepakat mengevaluasi suku bunga yang diberlakukan bagi program itu saat ini sebesar 14% per tahun.
Meneg Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan bersama enam direksi bank penyalur KUR, juga sepakat perubahan suku bunga itu diselesaikan dan diumumkan pada pekan depan. "Kami memberi waktu paling lambat hingga satu pekan ke depan," kata Sjarifuddin Hasan seusai menerima direksi keenam bank yang terdiri dari bank BTN, Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin dan Bank Mandiri Syariah seperti dikutip dari sebuah situs ekonomi nasional, rabu (4/11) di Jakarta.
Sjarifuddin meminta perbankan melakukan perhitungan matang terkait persentase penurunan tingkat suku bunga KUR yang layak. Hal itu dilakukan karena ada kekhawatiran terjadi migrasi nasabah.
Bank BRI misalnya, memiliki program Kupedes, dan suku bunganya tidak jauh berbeda dengan KUR. Jika terjadi perpindahan struktur debitor dari KUR ke program masing-masing bank, penyerapan KUR akan semakin sulit.
Dalam agenda pemerintah, program KUR harus lebih sukses dibandingkan dengan tahun ini. Setidaknya peningkatan ini bisa berlangsung lima tahun mendatang. Dengan maksud itulah Kementerian Koperasi dan UKM mengumpulkan bank pelaksana program KUR untuk menyamakan persepsi dan mengatasi permasalahan di lapangan, baik dari sisi substansi maupun kebijakan. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !