inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Serius Kembangkan Hybrid

Langkah Toyota Usai Mundur F1

Headline
istimewa
Oleh: Birkoff
Kamis, 5 November 2009 | 14:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta Semua pasti setuju bahwa terjun ke ajang balap Formula 1 adalah media promosi yang paling efektif untuk mendongkrak nama pabrikan. Tapi jika tak jua mencatat prestasi gemilang, langkah mundur dari balapan paling bergengsi ini bukanlah keputusan keliru.

Gebyar sirkus F1 tak pelak merupakan gelaran yang paling ditunggu oleh jutaan orang di seluruh dunia, baik penonton langsung maupun melalui layar kaca. Makanya tak sedikit pabrikan yang ingin menjajal kemampuan di arena balap single seater ini, seperti Ferrari, Mercedes-Benz, Renault, BMW dan juga Toyota.

Namun seiring dengan belum pulihnya krisis keuangan global, yang berimbas pada kinerja keuangan sejumlah pabrikan, tentu merupakan langkah bijaksana untuk melupakan upaya unjuk gengsi di F1.

Satu per satu pabrikan mulai turun panggung, yang diawali oleh Honda pada akhir tahun lalu, dan di penghujung musim ini BMW serta Toyota juga mengambil kebijakan yang sama. Tahun depan F1 hanya menyisakan Mercedes-Benz, Renault dan Ferrari sebagai tim pabrikan.

Merosotnya penjualan yang dialami hampir semua pabrikan mobil di seluruh dunia telah memporak-porandakan kinerja keuangan mayoritas produsen mobil sejagat. Program restrukturisasi dan pemangkasan biaya jelas menjadi langkah utama yang harus dilakukan demi menyelamatkan diri dari belitan krisis.

Yang paling parah menerima imbas dari krisis berkepanjangan ini tentu pabrikan-pabrikan besar semacam General Motors, Volkswagen dan tak ketinggalan Toyota. Raksasa Jepang ini bahkan mencatat kerugian lebih dari setengah juta miliar yen akibat krisis ini.

Nah, kondisi inilah yang menjadi faktor utama dari mundurnya Toyota dari ajang balap F1 mulai musim depan. Tapi bukan karena mereka tak mampu atau sudah bangkrut, Toyota memilih mundur dan melupakan adu gengsi di F1 karena mereka lebih ingin berhemat.

Terlebih lagi sejak debutnya di balap jet darat sejak 2002, belum sekalipun Toyota merengkuh gelar juara konstruktor. Jadi, ketimbang menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tak jelas, lebih baik menyimpan uang untuk tujuan yang lebih nyata.

Namun, selain itu, ada rencana besar lain dari Toyota setelah tak lagi terjun di F1. Rencana apa itu? Yah, Toyota akan lebih fokus pada pengembangan mobil jalan raya, terutama model-model eksotis dan ramah lingkungan.

Makanya banyak konsumen Toyota, terutama di AS, yang lebih melirik merek lain yang lebih berjiwa muda. Memang di bawah kepemimpinan Presiden Akio Toyoda, yang juga cucu dari pendiri Toyota, pabrikan mobil terbesar dunia ini mulai unjuk gigi dengan menampilkan beberapa model eksotis dan menarik, seperti Lexus LFA dan FT-86 yang fenomenal itu.

Sadar bahwa hanya dengan melahirkan model-model cantik nan sporti dan ramah lingkungan, nama Toyota akan kembali membahana. Coba perhatikan Honda, sejak mundur dari F1, pabrikan berlogo H ini giat melakukan pengembangan teknologi hybrid, yang hasilnya terlihat pada munculnya model sport hybrid CR-Z dan juga Insight. Meski masih belum sokondang Toyota, namun model-model ini bakal menjadi pesaing berat Toyota di pasar kendaraan ramah lingkungan.

Tapi apakah memang ini yang mendasari Toyota untuk keluar dari F1. Menurut seorang sumber di Toyota, penghematan dari keputusan mundur dari F1 itu tak akan serta merta digunakan untuk pengembangan model-model ramah lingkungan.

Toyota adalah salah satu perusahaan besar yang akan terus melakukan pengembangan dan penelitian untuk berbagai tipe mobil jalan raya, baik sejak terjun di F1 atau tidak, kata sumber Rabu (4/11). Juga pengalaman dan pengetahuan yang didapat dari F1 tak akan langsung diaplikasikan pada model-model komersial dan penumpang.

Toyota menganggap bahwa untuk menghasilkan model sport tak harus mengadopsi teknologi F1, karena litbang Toyota sudah sedemikian maju dan mungkin sudah jauh di depan dari apa yang dibayangkan banyak orang.

Karena kami adalah pabrikan besar, makanya kami perlu melahirkan model (hybrid) di setiap segmen. Kami akan terus menciptakan lebih banyak model hybrid. Tapi jangan lupa Toyota juga akan menghadirkan lebih banyak model sport di masa mendatang, ujar sumber tadi.

Jika benar Toyota akan serius menggarap pasar yang sempit ini, jelas akan menjadi ancaman bagi banyak pemain lama, seperti Mercedes-Benz, BMW, Audi, Honda dan juga Nissan, yang dikenal banyak memiliki model untuk konsumen penggila ada kebut.

Toyota bagaimanapun adalah Toyota, sebuah perusahaan yang memiliki pengalaman melimpah dalam menghasilkan kendaraan handal dan tak merepotkan pembelinya. Memang banyak kalangan muda yang tak melirik merek ini karena sejumlah besar modelnya lebih pas untuk mereka yang sudah mapan alias bapak-bapak. Tapi di bawah Toyota, sejumlah model eksotis tak lama lagi akan meramaikan jalan raya di seantero dunia. Kita tunggu saja. [Tom]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.