INILAH.COM, Singapura - Harga minyak mentah di pasar Asia, Kamis (5/11) turun, karena pelaku pasar menahan cadangan minyak, akibat melemahnya fundamental pasar.
Kontrak utama New York, untuk minyak mentah jenis light sweet pengapalan Desember turun 34 sen menjadi US$ 80,06 per barel, sedangkan minyak mentah Laut Utara Brent juga pengiriman Desember turun 53 sen menjadi 78,36. "Harga minyak turun, setelah sempat mencapai angka 80 dolar di New York yang menggambarkan kekhawatiran melemahnya permintaan pasar," kata Wakil Presiden Asia Pasific Jason Feer dari analis pasar perminyakan Argus Media di Singapura.
Ia menambahkan data yang dikeluarkan Departemen Energi (DoE)AS, Kamis menunjukkan penurunan yang tidak diperkirakan dalam cadangan minyak mentah AS. Fundamental pasar masih lemah dan belum ada tanda-tanda permintaan pasar membaik. secara keseluruhan tidaK sebanyak itu" dalam skema harga lebih besar.
DoE mengumumkan bahwa caangan minyak mentah di konsumen energi terbesar dunia itu turun empat juta barel pada pekan yang berakhir 30 Oktober, melampaui prediksi analis, yang memprediksi akan terjadi kenaikan.
Harga minyak turun karena berbagai komoditas menguat didorong oleh perdagangan berjangka emas, yang mencapai rekor tinggi. Harga emas dan komoditas naik akhir-akhir ini akibat pergerakan dolar yang melemah. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !