INILAH.COM, Kabul Tewasnya lima tentara Inggris di tangan polisi Afghanistan membuat kredibilitas lembaga itu dalam menjamin keamanan nasional dipertanyakan.
Insiden ini membuat kami semua bertanya-tanya, apakah kekuatan internasional terlalu cepat merekrut dan melatih polisi Afghanistan. Tak banyak tes yang harus mereka lalui sebelum dipekerjakan sebagai polisi, ujar pejabat senior PBB di Afghanistan, Peter Galbraith, seperti dikutip AP, Kamis (5/11).
Kelima serdadu Inggris yang diketahui sedang melatih serdadu Afghanistan itu tewas ditembaki pada Selasa (3/11) lalu. Enam lainnya serta dua polisi Afghanistan terluka ketika para serdadu balas menembaki. Pelaku meloloskan diri dan motifnya belum diketahui dengan jelas.
Sementara pemerintah Inggris berang dengan insiden tersebut. Dukungan rakyat untuk invasi ke negara di Asia Selatan ini terus berkurang. Serdadu Inggris merupakan pasukan terbanyak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di negara itu, setelah serdadu AS.
Terhitung sekitar 100 ribu tentara asing ditempatkan untuk restrukturisasi keamanan dan stabilitas situasi politik Afghanistan. Presiden AS Barack Obama sedang mempertimbangkan apakah menambah serdadu lagi, pasca kemenangan Presiden incumbent Hamid Karzai sebagai presiden lagi. [vin]