inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Penutupan Pasar Valas

Pasar Limbung, Rupiah Terkoreksi

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Kamis, 5 November 2009 | 18:49 WIB
INILAH.COM, Jakarta Koreksi tipis di pasar saham berhembus negatif ke pasar uang. Keengganan pasar untuk berspekulasi membuat pasar valas limbung sehingga rupiah ditutup melemah tipis.

Kurs rupiah di pasar sport valas antar bank Jakarta, Kamis (5/11) melemah 10 poin (0,10%) terhadap dolar AS menjadi 9.500/9.510, ketimbang posisi sebelumnya di level 9.490/9.500. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB, rupiah menguat 15 poin (0,15%) ke level 9.515 per dolar AS.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian K mengatakan, rupiah sore ini melemah tipis, karena pasar tidak berani berspekulasi tentang kondisi pasar setelah dipertahankannya BI rate di level 6,5% dalam rapat Dewan Gubernur (RDG) BI kemarin.
Karena itu, rupiah ditutup melemah ke level 9.500 dan sepanjang perdagangan mencapai level 9.585, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (5/11).

Menurutnya, pasar masih menunggu kapan BI rate akan dinaikkan, seiring potensi tingginya inflasi akhir tahun dan naiknya harga komoditas. Pasalnya, dari hasil pertemuan RDG BI kemarin belum ada tanda-tanda kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Pasar pun belum memfaktorkan kenaikan suku bunga karena cenderung berhati-hati. Kelimbungan pasar juga terjadi di pasar modal yang ditandai dengan koreksi tipis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 4,64 poin (0.20%) menjadi 2.367,21.

Albertus pun menilai, pelemahan hari ini hanya fluktuasi harian. Pasalnya, tidak ada trigger utama yang membuat rupiah menguat ataupun turun tajam, karena pasar masih belum mengambil keputusan. Karena itu, rupiah sempat melemah ke level 9.585, namun kembali menguat kembali ke level 9.500, paparnya.

Sedangkan dari faktor eksternal, pelaku pasar juga masih menunggu data-data penting yang akan dirilis malam ini di AS, seperti data non-farm payroll. Dari Eropa, juga akan dirilis suku bunga acuan Bank of England dan European Central Bank.

Albertus mengatakan, meski data non farm payrol nanti malam diekspektasikan membaik, namun karena rata-ratanya masih tinggi di level 9,9%, maka data ini belum bisa berpengaruh pada pelemahan dolar AS. Sementara itu, Dow Jones sendiri belum naik banyak, tukasnya.

Akibatnya, dolar AS menguat tipis terhadap semua mata uang utama. Terhadap euro, dolar AS menguat tipis di level 1,4846, pungkasnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.727 terhadap dolar Australia, di angka 14.169 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.833 terhadap dolar Singapura.

Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS hanya 5 mata uang yang menguat. Yen Jepang naik 0,35% menjadi 90.406, dolar Hong Kong terangkat 0,0013% ke level 7.750, dolar Australia terapresiasi 0,48% ke angka 0.905, dolar New Zealand terdongkrak 0,77% ke posisi 0.718, dan dolar Taiwan menggeliat 0,05% terhadap dolar AS menjadi 32.530.

Selebihnya, mata uang kawasan melemah. Dolar Singapura turun 0,11% ke angka 1.397, won Korsel terdepresiasi 0,11% ke posisi 1.179, peso Filipina merosot 0,10% ke level 47.630, rupee India melandai 0,20% ke angka 47.158, yuan China terkerak turun 0,0051% menjadi 6.827, ringgit Malaysia terperosok 0,07% ke level 3.420, dan baht Thailand tumbang 0,16% ke posisi 33.435 per dolar AS. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.