INILAH.COM, Jakarta - Program Ekonomi 100 Hari SBY-Boediono untuk menggerakkan sektor rill membuat fundamental ekonomi kuat sehingga berdampak positif terhadap pasar modal.
Hal itu disampaikan Kepala Riset Finan Corpindo Nusa Edwin Sebayang, saat dihubungi INILAH.COM, Kamis (5/11). Ia mengatakan, pasar modal termasuk sektor moneter telah berjalan baik. "Secara tidak langsung sektor finansial dan moneter saling berkaitan. Dengan mendorong sektor riil sebagai landasan kuat untuk kemajuan pasar modal dalam jangka panjang," ujar Edwin.
Edwin pun menyambut baik pemerintah menyiapkan landasan cukup kuat untuk pertumbuhan ekonomi. Lebih lanjut ia mengatakan, bagaimana pun sektor riil akan berpengaruh dengan sektor finansial dan moneter. "Pasar modal seharusnya didukung dengan fundamental perekonomian yang kuat. Salah satunya dengan penggerakkan sektor riil," kata Edwin.
Ekonom Senior Bank Mandiri M.Dody mengatakan program 100 hari ekonomi pemerintah dalam jangka pendek tidak berdampak langsung pada pasar modal. "Ini baru perencananaan, kita harus melihat realisasi ke depannya bagaimana. Bila hanya blueprint maka dampak menjadi terbatas," ujar Dody.
Menurutnya, hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah infrastruktur, komitmen penegakan hukum dan pemerintah mengelola organisasi. Program 100 hari merupakan sebuah rencana. Untuk merealisasikannya dibutuhkan waktu dan pembiayaan. Sehingga yang ahrus dilihat bagaimana realisasi dan terobosan yang akan dilakukan pemerintah. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !