INILAH.COM, Asuncion Sehari setelah membantah rumor kudeta oleh oposisi, Presiden Paraguay Fernando Lugo memecat tiga pemimpin militer negara itu.
Lugo menggantikan para pemimpin angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara, demikian pernyataan kantor pers Angkatan Bersenjata negara tersebut, Kamis (5/11). Ini adalah kocokan ketiga terhadap komando militer tertinggi, sejak Lugo mengambil alih pemerintahan setahun setengah yang lalu. Ia belum mengomentari keputusan ini.
Lugo yang mantan uskup Katholik Roma yang cenderung ke kiri, menang dalam pilpres tahun lalu. Ia mengakhiri lebih dari 60 tahun pemerintahan konservatif Partai Colorado. Pemerintahan koalisinya berjuang mendesak melalui satu agenda reformis dan menghadapi penentangan dari anggota parlemen Colorado yang menguasai Kongres.
Para pemimpin oposisi kian meningkatkan kecamannya kepada Lugo beberapa hari terakhir ini. Mereka menuduhnya gagal menghentikan meningkatnya kejahatan dan menyeru penyelidikan mengenai tuduhan-tuduhan tidak benar penjualan tanah, yang melibatkan seorang pembantu presiden.
Selasa (4/11), Lugo membantah ancaman kudeta militer dan memperingatkan satu kelompok kecil pejabat militer yang diduga menyimpang dengan musuh-musuh politiknya. Sebagai salah satu negara termiskin Amerika Selatan, Paraguay diguncang beberapa kekacauan politik dan upaya kudeta sejak demokrasi pulih pada 1989, setelah diktator militer berkuasa selama 35 tahun dipimpin oleh Jenderal Alfredo Stroessner. [*/vin]