inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Polusi Sebabkan Penis Mengecil

Headline
istimewa
Oleh: Donny Andhika
Jumat, 6 November 2009 | 07:27 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta- Sebuah studi terbaru menyebutkan evolusi sedang terdistorsi oleh polusi yang merusak alat kelamin dan kemampuan untuk memiliki keturunan.

Penelitian menunjukkan bahwa sejumlah bahan kimia umum telah membuat feminine pejantan dari setiap kelas hewan vertebrata, mulai dari ikan hingga mamalia, termasuk manusia terpengaruh.

Beberapa ilmuwan terkemuka di dunia mengatakan bahwa itu "melambaikan bendera merah" bagi kemanusiaan dan menunjukkan bahwa evolusi itu sendiri terganggu. Inggris akan memimpin usulan control pestisida Eropa yang baru, yang ditemukan memiliki efek pembengkokan gender.
Hal ini didukung oleh penelitian Amerika baru yang menunjukkan bahwa bayi laki-laki yang lahir dari wanita yang terkena bahan kimia dalam kehamilan, memiliki penis yang lebih kecil.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa peralatan dasar laki-laki berada dibawah ancaman," kata Gwynne Lyons, mantan penasehat pemerintah untuk studi tentang efek kesehatan dari zat kimia, yang menulis laporan.

Satwa liar dan manusia telah terkena lebih dari 100 ribu bahan kimia baru dalam beberapa tahun terakhir. Komisi Eropa telah mengakui bahwa 99 persen dari bahan tersebut tidak diatur secara memadai. Bahkan 85 persen dari mereka tidak memiliki informasi keselamatan yang tepat.

Banyak diidentifikasi sebagai "penggangu endokrin " atau pembelok gender karena mengganggu hormon. Ini termasuk phthalates yang digunakan sebagai bahan pembungkus makanan, kosmetik dan bedak bayi.

Laporan yang diterbitkan oleh CHEMTrust menggabungkan lebih dari 250 penelitian ilmiah dari seluruh dunia terutama yang berkonsentrasi pada kehidupan satwa liar, dan identifikasi efek terhadap spesies.

Ini menyimpulkan bahwa "pejantan dari masing-masing spesies kelas utama hewan vertebrata telah dipengaruhi oleh bahan kimia yang ada di dalam lingkungan.

"Feminisasi jantan dari berbagai spesies vertebrata sekarang menjadi peristiwa besar. Semua vertebrata mempunyai reseptor hormon seks yang sama, dan tidak berubah oleh evolusi. Karena itu, pengamatan satu spesies dapat berfungsi untuk menyoroti masalah polusi terhadap vertebrata lainnya, termasuk pada manusia.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.