INILAH.COM, Jakarta- Anda merasa aman di Facebook? Seorang wanita menuntut jejaring sosial paling terkenal itu karena merasa privasinya telah dilanggar.
Cathryn Harris menemukan bukti nama lengkap dan judul video yang disewa selalu dipampang oleh Facebook. Untung saya tidak menyewa film yang membuat malu, tapi bagaimana jika iya? ujarnya kepada Foxnews.
Harusnya mereka mentaati peraturan dan menghargai privasi konsumen, bukannya melakukan hal seperti itu tanpa sepengetahuan user, ia menuturkan.
Arsitek berusia 25 tahun asal Dallas County, Texas ini mengatakan ia menemukan posting tersebut ketika menyewa sebuah film petualangan tahun 1985 berjudul the Jewel of the Nile. Ia mengatakan sebuah peringatan muncul di profil Facebooknya ketika ia melakukan transaksi tersebut.
Alhasil, Cathryn mengajukan dua tuntutan hukum masing-masing kepada Blockbuster dan Facebook. Tuntutan tersebut berisi kerjasama kedua perusahaan tersebut yang tidak memberikan kesempatan tidak adil padanya untuk menyetujui hal itu.
Tuntutan kepada Blockbuster dibantah. Lewat jubirnya perusahaan itu mengatakan,setiap informasi yang kami keluarkan sudah sesuai dengan undang-undang privasi.
Seorang konsumen yang memiliki akun Facebook memiliki kewenangan untuk mengkontrol informasi pribadi yang dikeluarkan atau disimpan.
Di saat yang bersamaan raksasa jejaring sosial itu sedang dalam penyelesaian gugatan serupa California dan telah setuju untuk menghentikan program periklanan Beacon. Sebagai tanggapan terhadap kasus, Facebook mengatakan "betapa pentingnya untuk memberikan kontrol user secara penuh atas bagaimana informasi disebarkan.
Hasil dari kasus Facebook dan Beacon dapat menentukan apakah Cathryn Harris bisa mengajukan tuntutan class-action atau tidak.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !