inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Pimpin Pergerakan Bursa

Saham Astra Masih Mempesona

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Asteria
Jumat, 6 November 2009 | 15:12 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham grup Astra tercatat memimpin pergerakan bursa siang ini setelah melemah beberapa sesi lalu. Bagaimana potensi saham grup dengan fundamental baik ini ke depan?
Pada perdagangan Jumat (6/11), saham grup Astra menopang penguatan bursa, dengan berada di jajaran top gainer. Saham PT United Tractors (UNTR) naik Rp650 (4,52%) ke Rp15.000, PT Astra International (ASII) menguat Rp400 (1,34%) ke level Rp30.200 dan PT Astra Argo Lestari (AALI) naik Rp250 (0,012%) ke level Rp21.750.
Analis PT Reliance Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, IHSG pada perdagangan hari terakhir pekan ini akan ditutup menguat seiring positifnya bursa global dan regional. Ia pun merekomendasikan saham-saham unggulan dari grup Astra.
Pilihannya saham ASII dan UNTR, katanya. Menurutnya, selain menjanjikan secara fundamental, emiten-emiten Astra ini secara teknikal mengindikasikan adanya penguatan. Saya rekomendasikan akumulasi beli, tandasnya.
Penilaian positif juga dikemukakan Kepala Riset Ciptadana Securites, Franco Sutedjowidjojo. Menurutnya, saham grup Astra memiliki kinerja yang positif. Hal ini didukung dana kas internal yang sehat sehingga memungkinkan perseroan membagikan dividen dan berekspansi cukup aktif.
Namun, Franco menilai, hanya beberapa emiten Grup Astra yang layak koleksi, terutama karena saham ini likuid. Saham-saham pilihannya adalah ASII, UNTR dan AALI. Sementara saham emiten lain di Grup Astra kurang menarik karena tak likuid, paparnya.
Sentimen positif dari UNTR berasal dari kerjasama perseroan bersama PT Adaro Energy (ADRO), dan Komatsu dengan Indonesia Komatsu Ltd untuk mengembangkan proyek percobaan biodiesel fuel di Indonesia. Tujuan akhir proyek ini untuk mencapai operasi tambang ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Proyek akan mulai digarap pada Maret 2010 dan akan memproduksi bahan bakar bio diesel dari Jathropa. Bahan bakar ini akan dipakai untuk mengoperasikan alat berat merek Komatsu di tambang batubara milik ADRO, khususnya dump truck dengan kapasitas 90 ton.
UNTR bertindak sebagai kontraktor pertambangan di lokasi ADRO. Untuk keperluan tersebut Komatsu akan mendirikan pabrik bahan bakar bio diesel berkapasitas produksi 1-2 ton per hari.
UNTR pun saat ini sedang menggenjot kinerja bisnis batubaranya, dengan melakukan produksi percobaan milik PT Tuah Turangga Agung (TTA). Hal ini akan mendongkrak kinerja perseroan.
Apalagi dengan target pasar utama produksi TTA ke Jepang dan estimasi target produksi terus tumbuh hingga 2011 sebesar 2 juta ton. Per kuartal ketiga 2009, UNTR membukukan pendapatan sebesar Rp21,3 triliun, atau naik 0,9% dan laba bersih naik 42% ke Rp3 triliun.
Sedangkan daya tarik ASII berasal dari prediksi bahwa pasar mobil nasional pada Oktober 2009 akan mencapai lebih dari 48 ribu unit. Pertumbuhan dipicu tingginya permintaan masyarakat.
Pasar mobil di Tanah Air tahun ini pun ditargetkan dapat mencapai kisaran 450-470 ribu unit. Setelah sebelumnya penjualan kendaraan roda empat melemah pada September akibat hari efektif kerja yang berkurang selama libur panjang Lebaran.
Di sisi lain, analis Bahana Sekuritas Pandu Anugrah merekomendasikan hold saham ASII. Hal ini mengingat harga sahamnya yang bertambah mahal dan kinerja ke depan yang diperkirakan menurun. Hold untuk ASII dengan target harga Rp33.000 per saham, imbuhnya.
Ia memprediksikan, tahun ini penjualan mobil ASII turun 20% menjadi 254 ribu unit, lebih baik dari prediksi sebelumnya, dengan pelemahan 25%. Ekspektasi tersebut meningkat, seiring tingginya permintaan kendaraan pada kuartal ketiga 2009. Sedangkan di 2008, penjualan mobil ASII mencapai 317.967 unit.
Untuk penjualan sepeda motor ASII, tahun ini diperkirakan turun 16% menjadi 2,4 juta unit. Alhasil, pendapatan ASII akan turun 6,2% menjadi sekitar Rp 91 triliun. Adapun laba bersihnya akan terpangkas 6,4% menjadi Rp 8,6 triliun, ujarnya.
Tekanan terhadap ASII juga berasal dari lini anak usaha lainnya seperti UNTR, seiring merosotnya penjualan alat berat perseroan sebesar 31% dari 4.345 unit menjadi 3.000 unit. Demikian pula kontribusi pendapatan dari AALI akibat harga jual minyak sawit mentah yang rendah.
Selain itu turunnya angka pendapatan perseroan diperkirakan terkait pula dengan masih rendahnya permintaan CPO dunia seiring keragu-raguan pasar terhadap pemulihan ekonomi dunia.
Emiten perkebunan CPO AALI tercatat mengalami penurunan kinerja yang cukup signifikan hingga akhir kuartal III lalu. AALI membukukan laba bersih sebesar Rp 1,248 triliun, anjlok 41,38% dari sebelumnya Rp 2,129 triliun.
Tingginya beban usaha juga ikut menggerus laba bersih AALI. Dimana beban usaha AALI pada kuartal III 2009 tercatat naik 14,53% menjadi Rp 342,453 miliar dari sebelumnya Rp 299,001 miliar. Ditambah lagi dengan adanya rugi kurs sebesar Rp 85,641 miiliar dan peningkatan beban bunga menjadi Rp 23,959 miliar. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.