INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan, produksi gula sebesar 5,6 juta ton per tahun untuk gula konsumsi hingga 2025.
Demikian diungkapkan Meneg BUMN Mustafa Abubakar di ruang kerjanya di gedung Kementrian Negara BUMN, Jumat (6/11).
Menurutnya, saat ini, kapasitas produksi gula konsumsi baru sebanyak 2,7 juta ton per tahun didukung 7 pabrik gula milik negara. Sementara gula industri sebanyak 2,1 juta ton per tahun disumbang oleh 7 pabrik BUMN dan 7 pabrik milik swasta.
Selain itu, pemerintah juga berencana merevitalisasi sejumlah pabrik pupuk dalam rangka ketahanan pangan. Menurutnya, masalah di industri pupuk tidak sebesar industri gula, yang menjadi masalah hanya pasokan gas untuk kegiatan operasional pabriknya.
Dari rencana revitalisasi 11 pabrik gula, Mustafa menambahkan, yang sudah masuk ke dalam rencana tahun ini dan tahun 2010 ada sekitar 4 pabrik. "Tahun ini gula konsumsi sudah terpenuhi tapi yang industri belum. Maka dari itu kita akan lakukan revitalisasi," jelasnya.
Untuk realisasinya pemerintah membutuhkan lahan seluas kurang lebih 30.000-400.000 hektar, antara lain di sekitar Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, dan Papua.
Pemerintah menilai, sampai saat ini sudah ada 5 pabrik pupuk yang berpotensi dikembangkan, bahkan salah satunya sudah mulai dikembangkan di Kalimantan Timur. "Target di 2014 sudah selesai, tapi dalam waktu dekat ini sampai tahun depan dua saja dulu. Tapi kalau nilainya belum bisa disampaikan, tunggu penghitungan lebih lanjut," pungkasnya. [san/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !