INILAH.COM, Jakarta - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dan Polri Kamis (6/11) malam berlangsung dramatis. Beda ketika digelar RDP antara Komisi III dengan KPK. Inikah tanda keberpihakan Komisi III ke Polri?
Kesan dukungan itu setidaknya terlihat saat Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menyebut nama Komjen Pol Susno Duadji yang duduk di sebelahnya, saat memperkenalkan jajaran Polri.
"Soal tepuk tangan itu nggak tahu lah siapa yang mulai. Terjadi begitu saja," kata anggota Komisi III dari FPKS Fachry Hamzah, dalam diskusi 'Solusi kisruh KPK, polisi, dan Century Pascarekaman Diperdengarkan', di gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/11).
Dia tak sependapat dengan anggapan ketika RDP dengan KPK, para anggota semangat mencecar Tumpak Hatorangan Cs. Dia menegaskan, RDP bukan panggung serangan balik Polri kepada KPK. "Sudahlah, kalau dibahas jadi tidak ilmiah. Ngapain sih kita ribut-ribut soal sensasi ketimbang mementingkan substansi?" ungkapnya.
"Kalaupun panggung memang kenapa? Siapa yang melarang? DPR kan rumah rakyat. Silakan saja mau dibilang semalam mirip dagelan. Toh ini untuk ditonton rakyat kok," cetusnya.
Justru, lanjutnya, Komisi III memberikan waktu yang panjang untuk KPK. Dua hari berturut-turut Komisi III menyimak penjelasan dari lima pimpinan KPK aktif. [Ikl/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !