INILAH.COM, Washington Sebelum kunjungannya ke China, pemerintahan Presiden AS Barack Obama menegaskan mereka takkan mengakui Taiwan, seperti yang dilakukan pemerintah Negeri Tirai Bambu itu.
Obama membentuk satu misi ke China bulan ini untuk meningkatkan hubungan hangat kedua pihak. Ia tetap bersikap tegas mengenai kebijakan AS yang mendukung namun tidak mengakui Taiwan, papar Direktur Asia Timur Dewan Pertahanan Nasional Gedung Putih, Jeff Bader, Sabtu (7/11).
Bader menyampaikan AS juga takkan mengubah kebijakan mengenai penjualan senjata kepada Taiwan. Ia menyambut redanya ketegangan dengan China, sejak Taiwan tahun lalu memilih Presiden Ma Ying-jeou sahabat Beijing dan merasa tak ada alasan untuk mengubah kebijakan AS.
Ini adalah daerah di mana kami berusaha dan berlandaskan kebenaran untuk menstabilkan hubungan. Kami tidak akan merusak hal itu, lanjutnya. Bader kembali menegaskan kebijakan AS dipandu oleh Tiga Komunike di mana AS mengakui Beijing sebagai pemerintah China satu- satunya, di samping Peraturan Hubungan Taiwan.
Berdasarkan peraturan-peraturan itu, Kongres menganjurkan AS memberi senjata ke pulau tersebut untuk pertahanan diri. China mengalahkan kaum nasionalis yang kemudian melarikan diri ke Taiwan, setelah kalah dalam perang sipil pada 1949 silam. China menganggap pulau itu provinsinya yang sedang menunggu bergabung kembali, dengan paksa jika perlu. [*/vin]