INILAH.COM, Jakarta - Penyanyi R dan B Beyonce membawa tur dunianya ke Mesir dan menghadapi permusuhan besar. Kelompok di Facebook menentang konser itu dan menarik 10.000 anggota.
Satu poster ditampilkan pada halaman Facebook itu yang menunjukkan siluet seorang wanita dengan garis merah diagonal melaluinya, berjudul "Ini bukan Mesir."
Beyonce, yang pernah mengatakan suka berpakaian seksi itu, terus melanjutkan tur dunia "I Am ..." 50 juta dolarnya.
Bulan lalu, Beyonce menunda konser di luar Kuala Lumpur setelah seorang pejabat Malaysia Pan-partai Islam menyatakan penolakan tajam.
"Kami tidak melawan hiburan, tapi cara dia menjalankannya bergerak berputar-putar di atas panggung dan pakaian seksi. Ini akan mengikis nilai-nilai moral orang-orang muda kita," ketua pemuda PAS Nasruddin Hassan Tantawi.
Marctensia, penyelenggara konser di Malaysia, mengatakan Beyonce akan berpakaian lebih sopan.
Ia menegaskan penundaan itu semata-mata keputusan artis dan tidak ada hubungannya dengan alasan-alasan eksternal lain dan bahwa tanggal baru akan diumumkan.
Di Mesir, konser digelar di resor Laut Merah Port Ghalib. Tiket termahal US$366 tidak bisa dijangakau sebagian besar orang Mesir.
Hamdi Hassan, seorang anggota parlemen dari Ikhwanul Muslimin Mesir telah menyurati jubir parlemen dan mendagri dengan menyebut pertunjukan itu sebagai "pesta seks" dan menuntut untuk mengetahui mengapa konser itu diperbolehkan.
Dia mengatakan iklan konser, di mana diva cantik itu mengenakan baju senam dilengkapi dengan setang sepeda motor yang terbentang di selangkangannya serta lampu menyorot di belahan dadanya, "mengancam perdamaian sosial dan keamanan."
"Saya tidak tahu siapa yang setuju untuk berdosa, iklan itu tidak dapat diterima, atau bahkan yang setuju dengan pesta seks terang-terangan ini," tulis Hassan menuduh pemerintah mendorong dosa dan penyelewengan.[ito]