inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Jangan Sampai Jadi Bola Liar

Tuntaskan Masaro-Century Gate!

Headline
inilah.com
Oleh: Ahluwalia
Minggu, 8 November 2009 | 15:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintahan SBY-Boediono dituntut menuntaskan Masaro-Century Gate sehingga tak menjadi bola liar politik. Kuncinya: proses hukum yang baik dan tuntas, terutama mengenai aliran dana dari kasus Masaro-Century yang kontroversial itu.

Peringatan itu datang dari Sosiolog UI Thamrin Amal Tomagola. Dia mengingatkan, bila Presiden SBY tak segera mengambil tindakan menyelesaikan kasus Bank Century dan Masaro, maka kedua kasus itu akan terus bergulir menjadi Masaro-Century Gate, yang bisa menumbangkan SBY dari pangku kekuasaannya secara tragis.

"Kalau tidak ditangani secara sangat cekatan dan bijak oleh SBY, ini bisa menjadi sesuatu yang saya sebut sebagai Masaro-Century Gate," kata Thamrin Tamagola kepada pers.

Gate, menurut Thamrin, memiliki tujuh ciri, yakni melibatkan petinggi negara yaitu presiden, melibatkan orang dalam istana, dan selalu terbongkar dari peristiwa yang sepele.

"Misalnya polisi menangkap orang yamg masuk ke dalam Gedung Water Gate di Amerika. Kalau di sini kan tukang pijatnya Gus Dur jadi Bulog Gate, kalau kemarin tuh Rani. Itu kan peristiwa-peristiwa sepele," paparnya.
Ciri lain gate, yakni saat kasus itu terbongkar, maka semua yang terlibat di dalamnya akan tergopoh-gopoh melakukan komunikasi intensif untuk membangun rekayasa. Rekayasa itu sewaktu-waktu berubah karena panik. Selain itu, gate memiliki ciri adanya rekaman yang membuktikan kasus tersebut, di mana tidak ada keraguan di dalamnya.

Kasus PT Masaro merupakah rangkaian kasus panjang yang melibatkan buronan Anggoro Widjojo dan berujung pada penahanan dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah.
Terkait kasus Bank Century, Thamrin Amal mengatakan, seharusnya Wapres Boediono yang saat itu menjabat Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, diperiksa soal alasan mengucurkan dana bail out Rp6,7 triliun yang melebihi usulan DPR yakni hanya Rp1,2 triliun.
Apalagi undang-undang untuk pengambil alihan Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah salah. "Jadi, Boediono dan Sri Mulyani yang harus dikejar jika ingin kasus Century terbongkar. Mau tidak mau, suka tidak suka, kasus Bank Century akan dibongkar," cetusnya.
Sementara Wakil Presiden Boediono berjanji tidak akan menghalangi upaya pengusutan dugaan penyimpangan penyehatan Bank Century yang menelan biaya Rp6,7 triliun. "Saya tidak akan menghalangi itu (pengusutan Bank Century). Itu kan sudah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tunggu saja hasil audit investigasinya, kata Boediono, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (6/11). Ucapan ini merupakan keterangan pers pertama Boediono usai dilantik menjadi wakil Presiden pada 20 Oktober lalu.
Boediono menegaskan, dana penyehatan Rp6,7 triliun yang disuntikkan kepada Bank Century itu bukan uang hilang karena pemerintah akan mengejar melalui pemulihan aset. Bank Century suatu saat bisa dijual kembali.
Mengenai kasus Bank Century, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menyatakan justru Polri punya sesuatu yang prestisius. Begitu menerima informasi dari Wapres (waktu itu) Jusuf Kalla, Kapolri menyatakan langsung mengumpulkan semua pejabat terkait. Dalam waktu dua jam, mereka bergerak ke Bank Indonesia dengan satu pesan mendapatkan minimal dua alat bukti.
"Alhamdulillah, dalam waktu dua jam itu kami bisa mendapatkan bukti berupa aliran dana dan dokumen. Maka hari itu juga kami langsung tangkap Robert Tantular," kata Bambang Hendarso. Dalam menangani kasus itu pula, Polri berhasil menyelamatkan uang negara yang nilainya Rp13 triliun. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.