INILAH.COM, Jakarta - Posisi rasio kecukupan modal (CAR) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan bertambah sebesar 1,6-1,7% dengan diterbitkannya obligasi subordinasi rupiah sebesar Rp 3 triliun.Demikian disampaikan Managing Director Bank Mandiri Thomas Arifin dalam paparan publik perseroan di Restoran Kembang Goela, Minggu (8/11). "Dengan adanya obligasi ini, CAR kita bisa tambah 1,6-1,7%," ujarnya. Obligasi subordinasi tersebut rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2009.
Adapun posisi CAR perseroan hingga kuartal III 2009 telah mencapai 14,1%. Sementara Chief Financial Office Bank Mandiri Pahala N. Mansyuri menambahkan, pihaknya akan menjaga posisi CAR perseroan di kisaran 12-15%. "Pertumbuhan kredit pada kuartal III ini telah memberi pengaruh pada posisi CAR, sehingga turun menjadi 14,1%. Untuk CAR kita jaga di 12-15%," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Sebagai informasi, total kredit perseroan pada kuartal III ini tumbuh Rp 25,5 triliun dari periode yang sama sebelumnya tahun lalu, menjadi Rp 188,3 triliun.
Obligasi subordinasi sebesar Rp 3 triliun tersebut, memiliki jangka waktu 7 tahun dengan bunga acuan surat utang negara FR0030 + (100-225 bps) per tahun. "Untuk bunga FR0030+(100-225 bps) per tahun. FR0030 itu saat ini sama dengan 9,75%. Jadi yield-nya sebesar 10,75-12%," ujar Thomas.
Adapun tanggal book building 6-19 November 2009, pernyataan efektif 1 Desember 2009, masa penawaran 3-7 Desember 2009, penjatahan 8 Desember 2009, distrubusi 10 Desember 2009, pembayaran 10 Desember 2009, dan pencatatan 11 Desember 2009.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, Danareksa, dan Trimegah Sekuritass, sedangkan sebagai wali amanat Bank Permata. [mre/hid]