INILAH.COM, Manchester - Tiada gading yang tak retak. Diakui sebagai salah satu pelatih terbaik dunia, Alex Ferguson mempunyai satu kekurangan. Ia tak mampu menerima kekalahan dengan lapang dada.
Perangkat pertandingan lagi-lagi dijadikan Fergie sebagai kambing hitam atas kekalahan MU dari Chelsea 1-0 di Stamford Bridge, Minggu (8/11).
Jelas Darren Fletcher mendapatkan bola, tutur Ferguson kepada Sky Sports.
Ashley Cole tak pernah menyentuhnya. Dia melompat di udara dan Drogba menjatuhkan Brown di depan gawang, tambah Fergie mengomentari pelanggaran yang diberikan wasit setelah Fletcher menjatuhkan Ashley Cole, tendangan bebas yang akhirnya membuahkan gol bagi Chelsea.
Pelatih MU itu juga tak mampu menyembunyikan kegeramannya atas posisi wasit Martin Atkinson saat bola-bola mati.
Posisi wasit ketika mengambil keputusan sungguh konyol. Posisi itu membuat dirinya tak dapat melihatnya! Ada pemain Chelsea yang berdiri di depannya, tetapi ia tidak mau pindah. Sungguh keputusan yang buruk, ujar Fergie.
Ferguson yang kecewa mengakui hal-hal seperti ini membuat dirinya dan tim mempertanyakan kemampuan perangkat pertandingan.
Tetapi apa lagi yang bisa Anda lakukan. Tak ada, Anda kehilangan kepercayaan terhadap wasit, kadang-kadang. Itulah yang dibicarakan para pemain dan itu adalah hal yang buruk, terang Fergie.
Terry mencetak gol melalui sundulan, namun Drogba yang berada pada posisi off-side sempat bergerak untuk menjangkau bola, meski tidak berhasil. Insiden ini yang memicu protes Ferguson.
Gol itu seharusnya dianulir, terang Ferguson.
Fergie yakin MU menguasai pertandingan dan layak menang.
Kami menguasai permainan, kami memiliki banyak peluang untuk menang, jelasnya.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !