INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Senin (9/11) rupiah dibuka pada level 9.430 atau menguat 20 poin dibandingkan penutupan pekan lalu 9.450.
Hal itu disampaikan analis Bank Mutiara Frans Darwin Sinurat, saat dihubungi INILAH.COM, Senin (9/11). Ia mengatakan, dolar AS kembali melemah setelah data ekonomi Amerika kembali membaik. "Bursa saham global dan Asia positif ada capital inflow sehingga pelaku pasar yakin ekonomi global kembali membaik sehingga berinvestasi ke instrumen investasi yang memberikan imbal hasil tinggi," ujar Frans.
Ditambah Dow Jones dan bursa saham Asia yang positif akan berimbas pada bursa saham Indonesia. Frans menambahkan, rupiah kembali menguat karena ke depan mata uang dolar AS kembali alami tekanan terhadap mata uang global. Ia meramal rupiah bergerak di level 9.370.
Hal sama diungkapkan pengamat valas PT Integral Investama Tony Mariano. Tony mengatakan rupiah menguat karena dolar AS yang kembali melemah. Pelemahan mata uang dolar AS menjadi faktor dominan penguatan rupiah. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !