INILAH.COM, Jakarta - Seorang polisi yunior Rusia dipecat pada Minggu (8/11) setelah meminta perhatian PM Vladimir Putin di YouTube dan menuduh perwira senior melakukan korupsi.
Pejabat berwenang menyatakan polisi itu diberhentikan karena laporannya dianggap palsu.
Polisi di pelabuhan Laut Hitam Novorossiisk memposting klip tujuh menit menuduh perwira senior telah memaksa dia untuk bekerja akhir pekan dan memecahkan kejahatan yang tidak nyata, serta menghalanginya untuk menuntut klaim kompensasi atas cedera yang diderita.
"Aku ingin menunjukkan pada Anda kehidupan polisi di Rusia dari dalam. Pengabaian, ketidaksopanan, dan ceroboh di mana pejabat mati karena bosnya yang bodoh," kata Alexei Dymovsky dalam video yang diposting di YouTube dan situs pribadinya, http://dymovskiy.ru.
Setelah mendapat 200 ribu view di YouTube dan ratusan laporan media, Menteri Dalam Negeri Rashid Nurgaliyev yang membawahi kepolisian menjawab melalui juru bicaranya menyatakan janji akan menyelidiki tuduhan Dymovsky.
Penyidikan akan dimulai pada hari Senin dan hasilnya akan disajikan kepada Putin dan Presiden Dmitry Medvedev, sebut kantor berita ITAR-TASS dan RIA, mengutip jurubicara Kementerian Gribakin Valery.
Tapi dua jam kemudian, dikatakan penyelidikan telah selesai dan perwira bersangkutan telah dipecat atas tindakan fitnah dan menodai kehormatan polisi.
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Ekho Moskvy, Dymovsky mengatakan mobilnya telah diikuti dan ia mengirim istri dan anaknya ke Moskow untuk alasan keamanan.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !