INILAH.COM, Jakarta - PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) membuka kesempatan bagi pemegang obligasi lama untuk menyetujui penukaran obligasi beserta persyaratannya.
Kesempatan yang ditawarkan perserian mulai berlaku sejak 17 November mulai pukul 5.00 sore dan berakhir pada 3 Desember pukul 12.01 dini hari waktu New York, kecuali diperpanjang demikian seperti dikutip dari sebuah situs ekonomi nasional.
Davomas bersedia membayar biaya persetujuan awal sebesar US$0,40 per US$1.000 bilamana pemegang obligasi secara sah menjual kepemilikannya kepada perseroan. Di sisi lain, perseroan juga bersedia merogoh kocek sebesar US$0,20 per US$1.000 untuk pemegang obligasi yang ingin menukar kepemilikannya dengan surat utang baru.
Nomura Holdings Inc pada 22 Oktober menyatakan penawaran obligasi ini sebagai bagian dari restrukturisasi utang Davomas. Analis Nomura yang telah menemui manajemen Davomas, menyebutkan perseroan mengharapkan bunga obligasi turun menjadi 5,5%.
"Persetujuan restrukturisasi utang ini akan menyediakan katalis positif bagi obligasi," kata analis bank yang berbasis di Tokyo, Jepang itu seperti dikutip Bloomberg.
Adapun, jaminan surat utang baru ini nantinya meliputi seluruh lini pabrik, persediaan, dan penerimaan pembukuan perseroan. Di samping itu, dua pemegang saham utama yakni PT Citi Pacific Securities dan Tse Kam Bui bersedia memberi pinjaman US$33 juta.
Obligasi Davomas mempunyai peringkat Ca dari Moody's Investors Service, peringkat terendah kedua yang menempatkannya dalam ancaman selektif gagal bayar.
Nomura menilai agar proses restrukturisasi berjalan, Davomas harus mengantongi persetujuan dari 75% pemegang obligasi. Perseroan gagal membayar bunga obligasi pada Mei dengan alasan pembatalan pembelian dari pelanggan mengakibatkan harga kakao terpuruk sejak masa resesi Depresi Besar. [hid]