Minggu, 27 Mei 2012 | 09:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penutupan Pasar Saham
Astra Kerek Bursa Menguat
Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Asteria
web - Senin, 9 November 2009 | 16:52 WIB
INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengawal pekan ini dengan langkah positif. Saham grup Astra memimpin penguatan bursa, meredam koreksi dari BUMI dan TLKM.
Pada perdagangan Senin (9/11), IHSG ditutup menguat 11,328 poin (0,47%) ke level 2.406,434. Indeks saham unggulan LQ 45 naik 2,472 poin (0,53%) ke level 472,708 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,83% menjadi 389,59
Bursa saham Indonesia dibuka langsung menguat 0,44% ke level 2.405 dan tetap bertengger di area positif hingga sesi siang berada di angka 2.395. Berbagai indikator positif di lantai bursa, memicu aksi beli pasar, hingga IHSG pun akhirnya ditutup di angka 2.406.
Seorang pengamat pasar pasar modal mengatakan, sentimen positif dari kenaikan bursa regional mengikuti bursa Wall Street akhir pekan lalu, membawa sentimen positif bagi IHSG. Pelaku pasar saham kembali mengambil posisinya di lantai bursa domestik, ujarnya.
Bursa AS menguat setelah analis meng-upgrade saham General Electric Co. dan Macy's Inc. Hal ini meningkatkan optimisme bahwa ekonomi mulai pulih. GE mengalami penguatan tertinggi pada Dow Jones sebesar 6,2% setelah analis mengatakan risiko untuk unit keuangan telah berkurang.
SP500 juga menguat selama 5 hari perdagangan berturut-turut walaupun tingkat pengangguran Oktober di AS mencapai 10,2%, di atas perkiraan pasar 9,9%. Pasar berspekulasi hal ini akan menjadi alasan bagi Fed untuk tidak memperketat kebijakan moneternya.
Sementara emas menyentuh level di atas $1.000, tepatnya di angka US$1.100/troy ounce. Harga metal melemah setelah inventory copper di Shanghai dilaporkan terus meningkat, tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
Perdagangan berjalan sangat sepi dengan volume transaksi sebanyak 2.852 juta lembar saham, senilai Rp 2,6 triliun, dengan frekuensi 56.208 kali. Sebanyak 78 saham naik, 91 turun dan 72 stagnan
Sektor aneka industri memimpin penguatan dengan naik 3,4%, disusul sektor perdagangan yang naik 2,5%, manufaktur 1,4%. Kemudian sektor industri dasar, perkebunan dan konsumsi yang naik 0,5%, dan sektor finansial yang naik 0,4%. Sedangkan beberapa sektor seperti tambang, properti dan infrastruktur masih terpantau melemah.
Saham dari grup Astra berhasil menguat dan menopang penguatan bursa. Saham PT Astra International (ASII) naik Rp 1.250 menjadi Rp 31.600, PT United Tractor (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 15.700, dan PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 350 menjadi Rp 22.200.
Aksi emiten Astra ini berhasil meredam koreksi saham primadona PT Bumi Resources (BUMI), yang mendominasi pasar, dengan nilai transaksi sebesar Rp473 miliar, atau 18,2% dari total perdagangan hari ini. Adapun BUMI ditutup turun Rp25 ke level Rp2.300
Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp150 ke Rp14.600, PT Indocement (INTP) naik Rp 150 menjadi Rp 11.950, dan PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 75 menjadi Rp 4.700.
Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Medco Energy (MEDC) turun Rp 75 ke Rp 2.625, PT Semen Gresik (SMGR) turun Rp 50 menjadi Rp 7.350, PT Telkom (TLKM) turun Rp 50 ke Rp 8.650, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 25 ke Rp 3.675.
Penguatan IHSG juga didukung bursa regional Asia. Bursa saham China ditutup menguat, dipimpin saham produsen baja atas ekspektasi tingginya laporan keuangan. Hal ini terjadi seiring tingginya harga baja karena penurunan pasokan. Indeks komposit Shanghai naik 11,5 poin (0,4%) ke level 3.175,58. Sepekan ini, Shanghai menguat 7.3%. Sedangkan indeks Shenzhen naik 0,6% menjadi 1.130,57.
Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong naik 377,83 poin (1,73%) pada 22.207,55. Hal ini didukung penguatan sektor finansial setelah Moody merubah rating outlook menjadi positif dari stabil pada beberapa saham seperti ICBC, CCB, Bank of China, HSBC dan Hang Seng Bank dan China Life.
Bursa Jepang juga menguat, dengan transaksi tipis, karena sentimen belum terlihat positif. Namun, stabilnya pergerakan yen diatas level Y90, membuat Indeks Nikkei naik 19,64 poin (0,2%) ke level 9.808,99 dan indeks Topix turun 3,34 poin (0,4%) ke level 870,67.
Demikian indeks KOSPI di Korea Selatan naik tipis 4,33 poin (0,28%) ke level 1.576,79, indeks Straits Times Singapura naik 33,85 poin ke level 2.692,06 dan indeks S&P/ASX Australia naik 80,9 poin (1,76%) ke level 4.674,9. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.