INILAH.COM, Jakarta - Saat ini, IHSG
sedang membentuk basing atau melakukan konsolidasi dengan bergerak flat-sidelines, setelah mengalami penurunan dalam jangka pendek.Demikian diungkapkan analis pasar modal David Cornelis dalam riset hariannya kepada
INILAH.COM, Senin (9/11). "Dengan view yang lebih besar setelah mengalami kenaikan fantastis dalam jangka menengah mulai akhir kuartal 1 tahun ini," jelas David.
Ia menuturkan, saat ini, sentimen di pasar sudah kembali netral dan menunggu market movement lebih lanjut didukung konfirmasi atas sinyal rebound yang sustain oleh volume likuiditas yang signifikan. Risiko yang ada di market saat ini hanyalah terbatas pada faktor sistematis, sedangkan fundamental
ekonomi still intact. "Jadi, Buy on Weakness, karena hingga akhir tahun market cenderung untuk bergerak ke utara," sarannya.
Lebih jauh ia melihat, bursa saham Indonesia, regional, maupun global bergerak dengan korelasi yang relatif positif, bursa kembali lesu, sepi, dan cenderung bolak-balik (unstable moves) karena semua sentimen dan faktor pasar sudah bergerak sesuai (inline) dengan ekspektasi pasar sehingga tidak ada sesuatu hal yang baru (surprise) yang mampu mem-boost pasar saham saat ini.
Volatilitas nilai tukar Rupiah yang relatif tinggi dan cenderung ke arah pelemahan sesaat karena terpengaruh oleh pergerakan indeks Dolar AS dan aksi ambil untung dari investor asing yang keluar dari pasar modal Indonesia dalam jangka pendek. [hid]