INILAH.COM, Jakarta Penguatan indeks saham awal pekan ini berhasil mendongkrak nilai tukar rupiah. Ekspektasi pelaku pasar global akan pemulihan ekonomi yang sustainable jadi pemicunya. Kurs rupiah di pasar spot valas antarbank Jakarta, Senin (9/11) menguat 45 poin (0,475%) terhadap dolar AS ke level 9.410/9.420, ketimbang posisi sebelumnya di level 9.455/9.465. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah menguat 42,5 poin (0,44%) menjadi 9.412 per dolar AS.
Kepala ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penguatan rupiah awal pekan ini dipicu positifnya bursa saham global seiring keyakinan pasar akan pemulihan ekonomi. Karena itu, rupiah hari ini menguat ke level 9.410, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Senin (9/11).
Pada penutupan perdagangan Senin (9/11), IHSG

ditutup menguat 11,328 poin (0,47%) ke level 2.406,434. Sedangkan indeks Dow Jones beberapa hari terakhir sudah naik di atas 10.000. Pergerakan indeks saham secara umum selalu searah dengan pergerakan nilai tukar rupiah, ungkapnya.
Sementara kepercayaan pasar mulai pulih, seiring pertumbuhan AS yang tercatat positif 3,5%. Data-data lain yang mendukung adalah data mikro, seperti penjualan General Motor atau keuntungan perusahaan-perusahaan yang cenderung di atas ekspektasi.
Saat
recovery ekonomi
sustainable, posisi
safe haven dolar AS cenderung melemah. Artinya, pelaku pasar berani melepas mata uang dolar AS untuk membeli mata uang lain ataupun untuk investasi di instrumen yang lain, ujarnya.
Purbaya menilai, perekonomian saat ini sebenarnya berada pada fase pancaroba (peralihan), terlihat dari data-data ekonomi yang belum stabil. Selain itu suku bunga The Fed yang masih rendah di level 0-0,25%, likuditas dolar AS yang banyak beredar, serta paket stimulus yang belum ditarik dari sistem perekonomian AS.
Tapi, karena fondasi makro ekonomi, yaitu GDP AS sudah positif, pasar sudah mengklaim
recovery kali ini akan bertahan lama. Dengan fundamental ekonomi yang baik, berita-berita positif berikutnya diyakini akan keluar. Itu yang memicu orang melepas dolar untuk dibelanjakan ke mata uang lain, termasuk rupiah. Sehingga mata uang lokal ini menguat, imbuhnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan di level 8.711 terhadap dolar Australia, di angka 14.040 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan di posisi 6.777 terhadap dolar Singapura.
Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS. Hanya tiga mata uang yang melemah. Yen Jepang turun 0,23% menjadi 90.090, dolar Australia terkoreksi 0,91% ke angka 0.927, dan dolar New Zealand anjlok 1,69% ke posisi 0.737 per dolar AS.
Selebihnya mata uang kawasan menguat. Dolar Hong Kong naik 0,001% menjadi 7.750, dolar Singapura terapresiasi 0,39% ke level 1.387, dolar Taiwan terangkat 0,47% ke angka 32.345, dan won Korsel menanjak 0,56% terhadap dolar AS ke posisi 1.160.
Begitu juga dengan peso Filipina yang mengeliat 0,63% menjadi 46.900, rupee India terdongkrak 0,66% ke angka 46.505, yuan China merambat naik 0,01% ke posisi 6.826, ringgit Malaysia melesat 0,55% ke level 3.381, dan baht Thailand merangkak naik 0,14% ke angka 33.315 per dolar AS. [ast/mdr]