INILAH.COM, Jakarta - Tertantang untuk maju di ajang panggung adi busana internasional, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) gelar Fashion Tendance Jakarta 2010 bertajuk Universality tanggal 15-16 November 2009.
Peragaan busana yang biasa dijadikan sebagai trenseter busana Indonesia di tahun mendatang ini, sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Fashion Tendance APPMI Jakarta 2010 akan menjadi bagian dari Jakarta Fashion Week 09/10 (JFW). Karena ini kami lakukan untuk meraih kesempatan go-international," jelas Lenny Agustin, Ketua Pelaksana Fashion Tendance 2010, di Pendopo Kemang, Jakarta Selatan, Senin (9/11).
Penyelenggaraan JFW yang untuk ketiga kalinya ini merupakan ajang temu media, buyer dan desainer dari luar negeri, sehingga memungkinkan membuka peluang pasar baru bagi para perancang yang tergabung di dalam APPMI.
Kali ini persiapan Fashion Tendance pun telah menyesuaikan dengan JFW yang telah menyesuaikan dengan koleksi rancangan yang sedang tren di internasional. Lenny Agustin dan 46 perancang yang tergabung di dalam APPMI telah mempersiapkan koleksi rancangan terbaru yang khusus diciptakan untuk menjaring konsumen atau buyer luar negeri.
"Sebagian besar koleksi bernuansa internasional, tidak terlalu etnik atau kedaerahan karena target kami untuk menarik konsumen mancanegara," ujar desainer yang belakangan mulai merambah bisnis distro ini.
Lenny sendiri akan ikut berpartisipasi di ajang yang cukup prestisius ini dengan merilis ulang koleksi Lennor (label busana khas musim panas yang pernah diluncurkan Agustus 2008 lalu) bersama Batik Semar.
"Rancangannya akan tetap dinamis dan ceria, khas anak muda. Saya mengangkat budaya Asia dengan percampuran Indonesia. Bahan yang Saya gunakan tetap lokal, seperti jumputan, lurik, tenun, Sarung Makassar dan Ambon," pungkas Lenny.