INILAH.COM, Jakarta - Pelaksanaan Penawaran Saham Umum Terbatas (PUT) PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO) sekitar Rp 104 miliar yang akan menambah CAR AGRO dari 13,14% menjadi 18%.
"Rights issue digunakan untuk menambah modal. Penambahan modal ini untuk mengembangkan kredit dan ekspansi lebih jauh," Caretaker Direktur Utama Bank AGRO Kemas M.Arief, seusai RUPSLB Bank Agro, Senin (9/11).
Ia menambahkan, saat ini posisi kredit Bank Agro sekitar Rp2,1 triliun per September 2009. Komposisi pemberian kredit sekitar 35% adalah korporasi sisanya retail dan kredit perkebunan. Suku bunga kredit sekitar 16% hingga 17%. Selain itu, dana pihak ketiga sekitar Rp2,2 triliun hingga Rp2,3 triliun. Untuk bunga deposito sekitar 9 % hingga 9,5%. "Target kita setelah rights issue bisa tumbuh 20%," ujar Kemas.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Agro Senin ini, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar perseroan menjadi Rp1 triliun. Peningkatan modal dasar ini ditujukan untuk memberikan ruang yang cukup besar bagi perseroan untuk melakukan ekpansi. Ekpansi usaha tersebut dapat dilaksanakan dengan tetap menjaga rasio kecukupan modal dalam kondisi aman.
Kemas mengatakan, pada 2010 Bank Agro akan membangun cabang di daerah Pontianak, Jambi dan Riau. "Di mana ada kantor PTP kita akan buka cabang, rencananya tahun depan akan buka 3 cabang, sedangkan untuk di Riau baru buka pada 3 November kemarin," kata Kemas.
Ia menambahkan, satu cabang Bank Agro membutuhkan investasi sekitar Rp800 juta. Menurutnya, biaya yang mahal pada sewa dan pengadaan listrik karena harus memakai diesel. "Bank Agro memiliki potensi nasabah berasal dari perkebunan dan fokus kita ke sana. Belum buka cabang saja kita sudah punya 5.400 nasabah berasal dari petani dan karyawan PTP," jelas Kemas. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !