Minggu, 27 Mei 2012 | 09:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Prediksi Pasar Valas
Kawalan BI Bantu Rupiah
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Natascha & Ahmad Munjin
web - Selasa, 10 November 2009 | 08:13 WIB
INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (10/11) diperkirakan melanjutkan kenaikan terbatas ke level 9.375-9.475. Pengawalan BI ikut membantu stabilitas rupiah.
Analis forex bank nasional, Rosadi Montol memprediksikan, rupiah hari ini masih berpotensi menguat. Namun, kenaikannya terbatas karena trend mata uang lokal ini masih konsolidasi.
Dengan kawalan Bank Indonesia, rupiah akan menguji level 9.400 per dolar AS. Tapi secara umum, rupiah akan bergerak di kisaran 9.375-9.475 per dolar AS, katanya kepada INILAH.COM, Senin (9/11).
Menurutnya, pengawalan bank sentral (BI) dilakukan atas kekhawatiran meningkatnya konflik KPK-Polri, yang akan semakin menekan rupiah. BI pun akan mempertahankan range pergerakan mata uang negara. Salah satunya adalah dengan menjual mata uang AS dari cadangan devisa dalam negeri, paparnya.
Kendati demikian, lanjutnya, beberapa pengamat merasa rupiah banyak dipengaruhi faktor eksternal, yaitu pelemahan dolar AS akibat tekanan dari beberapa mata uang utama, seperti euro dan yen. Mereka pun berpendapat, kawalan BI sebenarnya tak diperlukan. Akibatnya, naik turunnya rupiah pun terbatas, ujarnya.
Pelemahan dolar dipicu angka pengangguran AS yang tembus 10%. Meski hal ini sudah diprediksikan, tapi masih dibantu stimulus pemerintah. Hal ini pun mempertegas bahwa pemulihan ekonomi negara Asia akan terjadi lebih dulu.
Di sisi lain, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, rupiah hari ini akan menguat seiring positifnya bursa global dan regional.
Menurutnya, rupiah akan melemah dan berfluktasi di kisaran 9.000 hingga 9.500 yang merupakan nilai fundamentalnya. Fundamental rupiah sangat kuat untuk bertahan di bawah level 9.500, sehingga potensi penguatannya sangat besar, katanya, ketika dihubungi terpisah.
Purbaya menuturkan, pertumbuhan Indonesia cukup menopang nilai tukar rupiah. Meksi aktivitas ekonomi Indonesia menurun sejak Juli 2008 hingga akhir Januari 2009, namun sejak Februari 2009, perekonomian mengalami kenaikan. Kami memprediksikan pertumbuhan RI akan berada di level 4,7% tahun ini dan 6% pada 2010, jelasnya.
Sentimen pendukung penguatan rupiah berasal dari ramainya peredaran dolar AS di pasar. Hal ini mengingat adanya aksi lepas dolar setiap muncul ekspektasi pemulihan global. Adanya aliran dolar yang masuk ke aset-aset di luar dolar AS, melemahkan mata uang AS ini.
Menurut saya sih pelemahan dolar ini cukup long term, karena uang mereka banyak sekali dicetak. Paling tidak, posisi safe haven dari dolar AS bisa berkurang tukasnya. Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (9/11) menguat 45 poin (0,475%) terhadap dolar AS ke level 9.410/9.420. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.