INILAH.COM, Milan - Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, melindungi anak buahnya dari serangan pelatih AS Roma Claudio Ranieri, dan berbalik menyerang lawan yang baru mereka hadapi di Seri A itu.
Ranieri menuduh Nerazzurri dengan sengaja bermain kasar dana mencederai para pemainnya pada pertandingan yang berakhir 1-1 hari Senin dini hari (9/11) WIB lalu.
Daniele De Rossi meninggalkan lapangan pertandingan dengan cedera tulang pipi setelah menerima sikutan dari Patrick Vieira. Pelatih Serigala Roma pun akhirnya mengumbar kemarahannya di depan kamera.
Namun Moratti merespon, dengan mengatakan tuduhan Ranieri terhadap timnya amat mengganggu.
Saya mendengar apa yang dipikirkan dan dikatakan Ranieri dan saya rasa kemarahan itu sedikit aneh. Tuduhan itu membuat kami terganggu karena dia menuduh kami melakukan sesuatu yang tidak kami lakukan, terangnya kepada wartawan.
Saya rasa kami bermain tanpa dendam, dan saya rasa hasilnya cukup memuaskan jika dilihat dari permainan masing-masing tim, lanjutnya.
Moratti yakin para pemain Inter mengalami kelelahan saat melawan Roma setelah pertandingan mereka di Liga Champions melawan Dynamo Kiev pekan lalu.
Saya rasa kami mengalami kelelahan, mungkin juga kedua tim. Itu bukan pertandingan yang bagus dan kami menyesal kami tidak bisa menang. Namun bagaimanapun, kami berhasil meraih poin, tambah Moratti.
Kami kesulitan mengalahkan Roma beberapa pertandingan terakhir, tetapi kami tetap percaya diri setiap melawan mereka, Moratti mengakhiri.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !