INILAH.COM, Jakarta - Segera periksa charger ponsel Anda. Nokia Ovi mengumumkan penarikan 14 juta charger yang dikatakan dapat menyebabkan kejutan listrik pada penggunanya.
Pembuat ponsel terbesar di dunia itu mengatakan, pemasok China BYD yang akan menutupi biaya penggatian itu.
Biasanya pembuat handset membayar sekitar US$ 1 untuk satu charger. "Sampul plastik pengisi daya bisa lepas dan terpisah, memperlihatkan komponen internal pengisi daya dan berpotensi terkena sengatan listrik jika komponen internal tertentu disentuh saat pengisi daya dicolokkan ke soket listrik," kata perusahaan di Finlandia itu.
Tiga model pengisi daya yang terpengaruh adalah AC-3E, AC-3U dan AC-4U yang dibuat antara April dan Oktober tahun ini. Nokia mendesak pengguna untuk meminta penggantian gratis di http://chargerexchange.nokia.com/.
BYD Co Ltd pembuat baterai dari Elektronik BYD mengatakan penggantian itu tidak berdampak pada kondisi keuangan dan operasi atau prospek bisnis.
BYD telah menjadi pemasok penting untuk Nokia selama beberapa tahun terakhir, dibantu oleh penawaran yang luas, dari komponen hingga layanan manufaktur.
"Kami tidak melihat adanya insiden atau cedera yang berhubungan dengan ketiga (model) pengisi daya itu," kata juru bicara Nokia Doug Dawson.
Pengisi daya yang rusak tidak dijual di Argentina, Australia, Brasil, Britania Raya, Chili, China dan Selandia Baru.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !