INILAH.COM, Jakarta - Seorang yang mengirim ratusan pesan aneh pada seorang gadis di Facebook telah dicap sebagai salah satu penguntit cyber paling berbahaya.
Jason Smith (23) menargetkan Alexandra Scarlett selama 18 bulan kampanye kebencian secara online setelah ia ditolak gadis itu.
Dia mengirimi gadis 20 tahun itu 40 pesan dalam seminggu. Ia bersumpah akan merusak wajahnya, menembak ayahnya dan memperkosa ibunya.
Smith bertukar nomor telepon dengan Alexandra saat mereka bertemu di sebuah klub pada bulan November 2007, tapi gadis itu kemudian menolaknya.
Smith kemudian mengirimkan ancaman di Facebook dan MySpace sehingga gadis itu mengubah akunnya. Namun laki-laki berhasil menemukannya kembali.
Smith menciptakan lebih dari 40 profil palsu, dan gadis itu terus menghalangi. Jaksa Louise Brandon dari Manchester Crown Court mengatakan "Dia mengancam melakukan pembunuhan."
Smith, dari Newall Green, Gtr Manchester, ditangkap pada bulan Maret. Dalam sebuah pernyataan Alexandra mengatakan "Saya takut dia akan menemukan aku." Bulan lalu Ashleigh Hall (17) diduga dibunuh oleh Peter Chapman (32) di Co Durham, setelah bertemu secara online.[ito]