inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Indonesia Bakal Kebanjiran Mobil China?

Headline
istimewa
Oleh: Birkoff
Selasa, 10 November 2009 | 15:14 WIB
INILAH.COM, Beijing Jika selama ini dikenal pepatah Belajarlah hingga ke Negeri China, kini bertambah menjadi berdaganglah hingga ke Negeri China. Ini bukan hanya pepatah tapi ini kenyataan bahwa kini sejumlah pabrikan raksasa dunia berlomba-lomba untuk membuka operasional mereka di sana.

Kondisi itu tak lepas dari tingginya pertumbuhan ekonomi China, yang berdasarkan perkiraan Bank Dunia PDB China 2009 akan naik dari 7,2% menjadi 8,4%. Proyeksi pertumbuhan yang lebih tinggi itu mencerminkan bahwa kesuksesan stimulus pemerintah China lebih kuat dari yang diperkirakan.

Stimulus yang digelontorkan Beijing seiring merosotnya perekonomian dunia mencapai US$ 586 miliar. Dan ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8,9% pada triwulan terakhir.

Itulah mengapa China saat ini menjelma menjadi pasar terbesar di industri otomotif dunia dengan mengalahkan Amerika Serikat. Daya beli masyarakatnya yang tinggi membuat banyak produsen mobil baik merek lokal maupun global yang termanjakan.

Sukses China menggusur AS sebagai pasar mobil terbesar dunia juga berkat campur tangan pemerintah. Untuk mendorong penjualan, Beijing telah memperkenalkan program insentif pajak dan stimulus belanja. Hasilnya, penjualan mobil di China selama Oktober melonjak 72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut data China Association of Auto Manufacturers, penjualan total mobil dan truk selama Oktober tercatat 1,2 juta unit. Meski turun dibandingkan dengan penjualan September yang mencapai 1,3 juta unit, namun itu sudah cukup untuk mengalahkan AS yang hanya mampu mencatat penjualan 838.000 unit pada Oktober.

Sementara Autodata Corp mencatat penjualan mobil dan truk di China tahun ini akan mencapai 10,9 juta unit, bandingkan dengan 8,6 juta unit di Negeri Paman Sam.

Kondisi ini bisa menjadi semacam indikator mulai beralihnya kiblat otomotif dunia dari AS ke China. Apalagi kini semakin banyak pabrikan mobil dunia yang ingin mencicipi pertumbuhan cepat ekonomi China dengan lebih mengoptimalkan operasional di Negeri Tirai Bambu itu melalui jalinan kerjasama dengan sejumlah pabrikan dan pemasok lokal.

Hal itu juga dipicu oleh belum bergairahnya penjualan di AS dan di pasar lainnya meski program stimulus juga telah diluncurkan oleh masing-masing pemerintahan. Tetapi China berbeda dengan negara-negara lainnya, program stimulus yang dikucurkan sebesar 4 triliun yuan atau setara dengan US$ 586 miliar untuk menggairahkan penjualan mobil dan barang-barang mahal lainnya, cepat disambut publik karena daya beli mereka memang tinggi di tengah pertumbuhan ekonomi yang jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global.

Namun, selain karena pertumbuhan ekonomi yang kuat, gairah pabrikan global memasuki China juga karena biaya produksi yang rendah sehingga mereka bisa menghasilkan produk yang terjangkau. Dan jangan lupa pula jumlah penduduk China saat ini mencapai 1,3 miliar orang. Ini jelas menjadi pasar yang paling menjanjikan.

Prediksi itu didukung oleh semakin membaiknya kinerja penjualan para raksasa otomotif global dalam operasinya di China. General Motors Co. mengatakan penjualan selama Oktober melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan periode tahun lalu menjadi 166.911 unit. Bahkan hingga menjelang tutup tahun, penjualan GM di China telah melampaui angka 1,5 juta unit. Sungguh pencapaian luar biasa, terutama jika dibandingkan dengan kinerja di negerinya sendiri, AS.

Daimler AG juga menyebutkan bahwa Mercedes Benz mencatat lompatan penjualan 83% pada Oktober dari periode 2008 menjadi 6.400 unit. Selama 10 bulan pertama tahun ini, pabrikan berlogo bintang ini menikmati kenaikan penjualan 55% menjadi 50.700 unit.

Belum lagi raksasa Eropa Volkswagen AG yang juga mencatat hasil gemilang selama Oktober. Bersama GM, VW merupakan pabrikan terbesar di China. Tapi keduanya wajib mewaspadai pergerakan pabrikan lokal seperti Geely Automobile Co., Chery Automobile Co. dan BYD Co. yang terus menambah pangsa pasar di negeri sendiri.

Memang sejumlah pabrikan lokal untuk saat ini belum akan mampu berbuat banyak di pasar global. Pabrikan mobil China baru bisa berbicara di sejumlah negara berkembang di Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika.

Itu bisa dimaklumi karena semua pabrikan China adalah pemain baru di dunia otomotif. Namun, begitu mereka mulai berkembang dan pasar menuntut standar keamanan tinggi, mau tak mau mereka akan menghasilkan produk yang berkualitas menyamai produk dari pabrikan dunia lainnya.

Hal itu bisa dilihat dari mulai diliriknya pabrikan China sebagai calon pembeli Volvo Cars, unit yang kini dimiliki Ford Motor Co. Ini jelas suatu prestasi tersendiri karena Volvo adalah produsen mobil yang selama ini dikenal memiliki standar keamanan tinggi.

Lantas, bagi para penggemar mobil jip raksasa merek Hummer, yang akan menjadi milik Sichuan Tengzhong Heavy Industrial. Bagaimana dengan Indonesia? Sepertinya negeri ini juga bakal dibanjiri merek China. [Tom]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
3 Komentar
edy @ Rabu, 4 Agustus 2010 | 19:06 WIB
@fair : Importir mobil Australia juga berniat impor mobil dari China karena murah, lalu apakah importir Australia itu begitu bodohnya sampai mau mengimpor mobil China kalo memang cepat rusak?,
edy @ Rabu, 4 Agustus 2010 | 18:48 WIB
Produk China cepat rusak n bahan bakunya daur ulang tapi...kok tetap dicari-cari konsumen ya?, yang salah itu produsennya atau konsumennya nih?
fair @ Rabu, 11 November 2009 | 03:49 WIB
masalahnya, semua brg merk china identik dg cepat rusak krn bahan baku nya daur ulang ato produk china ini adl buatan rumahan.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.