INILAH.COM, Jakarta - Universitas Sydney mengatakan terkejut siswanya mendirikan situs pro pemerkosaan di Facebook. Menteri Perempuan Linda Burney mengatakan muak dengan kelompok itu.
Halaman di situs jejaring sosial yang kini telah ditutup itu, didirikan oleh siswa yang kebanyakan laki-laki di universitas tertua di Australia itu.
Mengomentari klaim bahwa universitas itu menyediakan pengacara untuk melindungi para siswa, wakil rektor Michael Spence mengatakan siswa tidak boleh diberikan perlindungan dari tuntutan hukum.
"Tidak ada alasan untuk penjahat seksual. Tidak boleh ada perlindungan tambahan apapun bagi siswa yang melanggar hukum. Mereka harus bertanggung jawab atas tindakan mereka dan harus diperlakukan sama seperti setiap anggota masyarakat," katanya.
Menteri Perempuan NSW Linda Burney mengatakan dia muak mengetahui sekelompok calon pemimpin masa depan diduga di belakang situs tersebut.
"Saya berharap bahwa mereka malu pada diri mereka sendiri dan saya berharap mereka mengerti bahwa tindakan mereka benar-benar tidak dapat diterima," kata Burney mengatakan pada Radio ABC.
Sebelumnya ratusan orang telah bergabung dengan sebuah halaman Facebook untuk mendukung dua pemain sepak bola lokal yang didakwa memperkosa seorang gadis.
Dikatakan geng pemerkosa yang melibatkan hingga delapan remaja, melakukan aksinya pada 10 Oktober.
Halaman Facebook ditujukan sebagai wahana diskusi dengan judul "Tidak bersalah sampai terbukti bersalah", dengan puluhan orang meninggalkan posting dan memperdebatkan kasus itu. [ito]