inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Kebutuhan Gas Domestik, Baru Terjamin 2015

Headline
Evita Legowo
Oleh:
Selasa, 10 November 2009 | 11:16 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah baru bisa menjamin ketersediaan pasokan gas ke domestik, untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik mulai 2015.

Demikian dikatakan Dirjen Migas Evita Legowo di Jakarta Selaas (10/11). "Kalau hanya mengandalkan gas bumi, maka tidak akan mencukupi. Karena kebutuhan gas ke depan banyak," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah menargetkan produksi pertama CBM bisa dilakukan mulai 2011. Saat ini pemerintah tengah memproses Masterplan Infrastruktur Gas 2010-2025 sebagai kelanjutan penerbitan Neraca Gas Indonesia 2009-2020 dengan target penyelesaian akhir Juli 2010. "Dalam masterplan itu, pasokan gas ke industri terjamin tahun 2015," katanya.

Pemenuhan kebutuhan gas ke domestik tersebut sudah termasuk program revitalisasi industri pengolah hasil ikutan minyak dan gas sebagai bahan baku industri seperti tekstil dan pupuk. Kebutuhan gas program revitalisasi tersebut diusulkan Departemen Perindustrian.

Sementara Wakil Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Hadi Purnomo mengatakan, pemenuhan kebutuhan gas terkendala jauhnya lokasi antara sumber gas dan industri atau pembangkit listrik. Namun, lanjutnya, pihaknya secara terus-menerus melakukan upaya pemenuhan gas untuk domestik. Sejak 2002, alokasi gas ke domestik secara akumulasi telah mencapai 63 persen dan hanya 37 persen yang diekspor.

Menurut dia, BP Migas juga telah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas buat pabrik pupuk guna mencapai target ketahanan pangan. Terbukti, lanjutnya, dengan sejumlah penandatanganan kesepakatan antara produsen gas dan pupuk yang telah dilakukan. "Kami tetap prioritaskan pemenuhan gas buat pabrik pupuk. Kalau sekarang belum maksimal, hal tersebut dikarenakan sumber pasokan yang jauh dan belum ada infrastruktur gasnya," katanya.

Sejumlah industri termasuk pabrik pupuk mengeluhkan minimnya pasokan dan harga gas yang tinggi, sehingga produksinya menjadi tidak maksimal. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.