INILAH.COM, Baghdad Irak akan menggelar pemilu pada 12 Januari mendatang setelah meloloskan UU, yang mendapat pujian dari Presiden AS Barack Obama dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.
Pemilu itu merupakan kunci untuk menjaga stabilitas dan membantu penduduk Irak melangkah ke arah perdamaian yang abadi, ujar Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon yang diamini Obama, seperti dilansir AFP, Selasa (10/11).
Keduanya menyambut baik UU pemilu yang baru saja diloloskan parlemen Irak. Dubes AS untuk Baghdad, Christopher Hill mengatakan, rencana penarikan pasukan AS bisa berlangsung sesuai dengan jadwal karena UU disetujui.
Saat ini ada 117 ribu prajurit AS di Irak, yang dijadwalkan meninggalkan negara itu mulai Agustus 2010 hingga penarikan sepenuhnya pada akhir 2011. Sedangkan pemilu semula dijadwalkan pada 16 Januari namun ditunda karena masalah sistem pemilu dan bagaimana surat suara diproses.
Pemilu pun telah dibayangi rangkaian kekerasan yang hingga kini masih terus terjadi, meski jumlahnya lebih kecil dibanding ketika pemilu nasional pertama digelar pada 2005. Bukan tak mungkin kali ini, gerilyawan mungkin akan melancarkan serangan-serangan yang lebih mengejutkan. [*/vin]