Kamis, 24 Mei 2012 | 08:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ekspektasi Peningkatan Kinerja
Saham Bank Patut Dilirik
Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Asteria
web - Selasa, 10 November 2009 | 14:28 WIB
INILAH.COM, Jakarta Kendati melemah, sektor perbankan diperkirakan masih mampu bergerak menguat. Hal ini dipicu kinerja perbankan yang positif serta ekspektasi kenaikan di masa mendatang.
Pada perdagangan Selasa (10/11) sesi siang, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp50 ke level Rp7.400, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp25 ke Rp 4.675 dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp30 ke level Rp 1.880. Meksipun melemah, koreksi perbankan dinilai hanya sementara akibat aksi profit taking setelah kemarin naik signifikan.
Analis PT Indomitra Sekuritas David Ferdinandus pun masih merekomendasikan saham BBRI, terkait kinerjanya yang memuaskan. Ia memprediksikan target harga BBRI bisa mencapai Rp9.000. Namun investor sudah bisa masuk di angka Rp7.100, katanya di Jakarta, Selasa (10/11).
Pertumbuhan kredit BBRI mencapai 20,5% sejak awal tahun, sementara KUR (Kredit Usaha Rakyat) naik 32,9%. Selain itu, emiten sudah mengucurkan sekitar Rp22 triliun kepada sejumlah BUMN.
Pada kuartal ketiga 2009, BBRI meraup laba bersih Rp 5,3 triliun, atau naik 25,08% ketimbang torehan tahun lalu. Peningkatan ini terjadi karena naiknya aset BBRI sebesar 24,97% dari Rp 219,564 triliun menjadi Rp 274,393 triliun. Selain kenaikan ekuitas dari Rp 20,573 triliun menjadi Rp 25,825 triliun.
Sebelumnya, Bonny B Setiawan CFA dari Danareksa Sekuritas menaikkan target harga BBRI menjadi Rp9.000 dari Rp8.200, seiring kinerja per September 2009 yang memuaskan. Target harga ini mengimplikasikan price to book value (PBV) 2009-2010 sebesar 4,3-3,6 kali.
Selain itu, earning per share (EPS) 2009-2010 juga di-upgrade 13-9% karena pertumbuhan loan yang tinggi, fee based income, serta rendahnya operating expense. Rekomendasi beli berdasarkan baiknya pertumbuhan loan, serta tingginya net interest margin (NIM) dan kuatnya ROE (return on equity), imbuhnya.
Sedangkan Samuel Sekuritas merekomendasikan BBRI, terkait rencana membeli kembali (buyback) obligasi yang diterbitkan pada 2004, Rp500 miliar. Buyback dilakukan pada Januari 2010, dengan menggunakan dana internal. Rekomendasi beli BBRI, ucapnya.
BBRI saat ini memang sedang menjajaki penambahan jumlah obligasi subordinasi yang akan diterbitkannya, menjadi lebih dari Rp3 triliun. Hal itu dilakukan lantaran ada minat dari BUMN asuransi yang akan mengkonversi depositonya menjadi obligasi subordinasi.
Rencana ini telah mendapat persetujuan BI. Perseroan akan melunasi lebih awal seluruh pokok obligasi subordinasi yang masih terutang kepada pemegang obligasi, paparnya.
Saham PT Bank Mandiri (BMRI) juga direkomendasikan terkait rencana menambah jatah saham PT Garuda Indonesia dari pemerintah. Saat ini jumlah saham Garuda yang dimiliki BMRI adalah 11%. Penambahan saham ini terjadi, sebagai upaya pelunasan utang Garuda sebesar Rp3,36 triliun.
Seperti diketahui, maskapai penerbangan itu melepas 11% sahamnya melalui penawaran publik perdana (initial public offering/IPO). Namun, kalau dana ini tidak berhasil menutup utang Garuda kepada Mandiri, maka utang pokok akan dikonversi jadi saham.
Kini, BMRI dan Garuda masih menunggu terbitnya surat izin dari Bank Indonesia (BI) sehubungan dengan konversi utang pokok menjadi saham. Kami rekomendasikan buy untuk BMRI, tambahnya.
Sedangkan Purwoko Sartono dari Panin sekuritas merekomendasikan BMRI karena perseroan akan memperkuat modal dengan subdebt yang memiliki kupon 10,75-12% plus utang US$100 juta untuk pembiayaan ekspor. Buy untuk BMRI 4,700, katanya.
BMRI juga memfinalkan pinjaman bilateral berdenominasi valuta asing senilai US$100 juta dengan tiga institusi keuangan dunia, terutama untuk menyeimbangkan struktur pendanaan jangka panjang.
Pertumbuhan kredit otomotif (kendaraan) BMRI pada 2010 diperkirakan tumbuh 50% mencapai Rp 2-2,5 triliun. Hal ini mempertimbangkan perkembangan kinerja perseroan yang meningkat, meski masih ada kemungkinan terjadi kenaikan inflasi tahun depan. Pada 2010, Bank Mandiri tetap akan fokus pada kredit mikro.
Prioritas kedua, penyaluran diharapkan dari sektor konsumsi, dengan perkiraan pertumbuhan pada perdagangan otomotif. Perseroan mengharapkan pertumbuhan terjadi pada KPR. Kredit komersial diharapkan meningkat 14%.
BMRI berencana melakukan sejumlah aksi non organik pada 2010 yakni mengakuisisi bank skala menengah dengan aset di atas Rp 10 trilliun. Selain itu perseroan juga akan mengakuisisi asuransi umum yang beraset Rp1 triliun.
Sedangkan Budi Ruseno dari Bhakti Securities merekomendasikan saham BBNI, terkait rencananya membagikan dividen interim Rp9,44 per saham atau total mencapai Rp144,25 miliar pada 11 Desember 2009.
Perseroan menetapkan dividen interim itu berdasarkan laba bersih per 30 Juni 2009 yang mencapai Rp1,20 triliun. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 25 November 2009, tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai (recording date) 1 Desember 2009 dan tanggal pembayaran dividen tunai, yaitu 11 Desember 2009. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.