INILAH.COM, Jakarta - Saat pemerintah tengah menghentikan sementara upaya nego ulang kontrak jual LNG Tangguh ke Kogas, Korea lantaran harga LNG dunia sedang terpuruk.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas Raden Priyono saat rapat kerja dengan komisi VII di Jakarta, Selasa (10/11). "Nego ulang kontrak jual LNG Tangguh ke Kogas sedang dihentikan karena kondisi ekonomi dunia belum pulih," katanya.
Ia melanjutkan sedangkan status negosiasi penjualan LNG Tangguh ke Chubu,Jepang saat ini sedang dalam proses penyelesaian untuk menyepakati perjanjian jual beli gas.
Adapun kontrak penjualan gas tangguh yang ke Chubu, Jepang merupakan pengalihan dari kontrak jual LNG Tangguh ke Sempra, Amerika. Rencana volume penjualan ke Chubu sekitar 0.5 MTPA selama 3 tahun atau setara dengan total 18 kargo dengan penawaran harga yang diajukan pembeli cukup tinggi. [hid]