INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meminta penjelasan kepada PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) seputar potensi gagal bayar obligasi dolar APOL.
Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, Selasa (10/11). "BEI sudah minta penjelasan tetapi mereka belum beri jawaban," kata Eddy.
Eddy menambahkan, BEI meminta konfirmasi seputar potensi gagal bayar obligasi dolar APOL, kondisi perseroan mereka, dan mengenai konfirmasi pemberitaan di media massa. "Kita berencana mau panggil mereka. Sebelumnya pernah diskusi mengenai MTN beberapa bulan lalu, tim kita pernah minta penjelasan mereka," ujar Eddy.
Seperti diketahui, perusahaan pemeringkat Fitch Rating dalam keterangannya menurunkan peringkat obligasi Arpeni dalam dolar AS yang akan jatuh tempo pada 2013 dari B- ke CCC. Peringkat pengembalian Arpeni tetap pada RR5. Semua peringkat ditempatkan pada rating watch negative. Aelainitu, Fitch menurunkan peringkat mata uang asing dan mata uang lokal Arpeni dari B ke B- dan peringkat nasional jangka panjang dari BBB+(idn) ke BBB-(idn). Kupon obligasi Arpeni pun seharusnya dibayar pada 3 November 2009.
Tetapi Arpeni belum merealisasikan pembayaran. Obligasi tersebut senilai US$ 160 juta lalu perseroan melakukan buyback sebesar US$ 19,15 juta sehingga menjadi US$ 140,85 juta. Pada laporan keuangan Juni 2009 memiliki kas US$ 70 juta. [hid]