INILAH.COM, Jakarta - Penggunaan obligasi Indosat VII 2009 untuk membiayai perkembangan bisnis dan pertambahan bss (base station subsystem) sekitar 1.200-1.250 sehingga dapat melakukan penetrasi pasar.
Hal itu disampaikan Direktur Utama ISAT Harry Sasongko, Selasa (10/11). "penerbitan obligasi untuk tingkatkan investasi dan melayani pelanggan," kata Harry.
Ia menambahkan, pada 2010 ISAT akan fokus untuk meningkatkan ebitda dan efektifitas margin. Selain itu, ISAT ada penambahan pelanggan pada kuartal ketiga 2009.
Harry pun menargetkan pertumbuhan akan lebih besar dari pasar. "Kita akan memprioritaskan pelanggan berkualitas dan tetap menargetkan di atas kompetitor," jelas Harry.
Direktur and Chief Finance Officer ISAT Peter Kuncewicz mengatakan percaya diri dan optimis dengan pertumbuhan ISAT. Saat ini hutang per Juni 2009 sekitar Rp 22,7 triliun. ISAT memiliki utang US$ 247 juta dari utang obligasi yang jatuh tempo pada 2010. [hid]