inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Mata Uang RI Bergerak Anomali

Korporasi Jungkalkan Rupiah

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Ahmad Munjin
Selasa, 10 November 2009 | 19:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sentimen negatif anjloknya bursa saham mendorong rupiah ke teritori negatif. Permintaan korporasi terhadap dolar AS menjelang akhir tahun turut menekan mata uang RI itu.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (10/11) melemah 20 poin (0,212%) terhadap dolar AS menjadi 9.430/9.440 , ketimbang posisi kemarin di level 9.410/9.420. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB, rupiah ditransaksikan melemah 7,5 poin (0,079%) ke 9.422 per dolar AS.
Frans Darwin Sinurat, analis valas Bank Mutiara mengatakan, pelemahan rupiah terjadi seiring derasnya arus capital outflow. Hal ini terindikasi dari pelemahan IHSG sebesar 24,48 poin (1,02%) ke level 2,381.96.
Rupiah pun ditutup melemah ke level 9.430. Bahkan selama perdagangan sempat melemah ke 9.455/9.465, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (10/11).
Menurutnya, penguatan dolar AS hanya terjadi di Indonesia, seiring anjloknya bursa saham. Saat IHSG menguat di sesi pertama, rupiah terpantau sempat menguat ke level 9.380/9.390. Sedangkan ketika IHSG melemah, rupiah pun berbalik arah.
Ia menilai, pelemahan dolar AS terhadap hampir semua mata uang dunia, seharusnya membuat rupiah menguat hari ini. Pasalnya bursa saham Asia, hampir semuanya mengalami penguatan. Namun, melesatnya rupiah sebelumnya, hanya menyisakan ruang sempit untuk penguatan berikutnya. Rupiah pun jadi tertekan hari ini, paparnya.
Frans Darwin menuturkan, indikator lain penekan rupiah berasal dari meningkatnya permintaan dolar AS di pasar domestik oleh korporasi menjelang akhir tahun.
Ia menilai, saat ini Investor mulai meninggalkan safe haven dolar AS dan beralih ke aset-aset investasi di beberapa negara yang tingkat risikonya lebih tinggi. Tapi return-nya juga lebih tinggi atau yang biasa disebut tumbuhnya risk appetite. Ini mengindikasikan dolar akan terus melemah, imbuhnya.
Pasar mulai mendiversifikasi portofolio investasi seiring menggeliatnya risk appetite, menyusul pertumbuhan AS kuartal tiga tahun ini yang positif di level 3,5%. Ini merupakan level tertinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya, pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.778, di angka 14.157 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan di posisi 6.810 terhadap dolar Singapura.
Sementara itu, mata uang kawasan ditransaksikan bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,15% menjadi 89.790, dolar Singapura turun 0,16% ke angka 1.388, won Korsel terkoreksi 0,10% ke posisi 1.162, dolar Hong Kong terangkat 0,0006% ke level 7.750, dan peso Filipina melandai 0,04% terhadap dolar AS menjadi 46.921.
Sedangkan dolar Australia terapresiasi 0,38% ke angka 0.926, dolar New Zealand terdongkrak 0,66% ke posisi 0.738, rupee India merosot 0,30% ke angka 46.594, yuan China terdepresiasi 0,004% ke level 6.827, dolar Taiwan menggeliat 0,001% menjadi 32.344, baht Thailand merambat naik 0,007% ke level 33.312, dan ringgit Malaysia susut 0,17% ke posisi 3.385 per dolar AS. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.