INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Asia terpantau menguat, menyusul persepsi pemulihan ekonomi kawasan. Apalagi Jepang mengalami surplus anggaran serta pemulihan ekspor di Taiwan dan Filipina.
Prediksi untuk pemulihan ekonomi sangat bagus. Surplus anggaran Jepang mengangkat persepsi pemulihan Asia, ujar Wai Ho Leong, ekonom dari Singapura di Barclays Plc. Pertanyaannya adalah di mana Anda harus berinvestasi di kawasan Asia. Korea dan Taiwan adalah negara yang memiliki siklus pemulihan terkuat, imbuhnya.
Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,5% ke level 118,17, setelah sebelumnya naik tajam 1,2%. Bursa saham China mengalami kenaikan 8 sesi berturut-turut, dengan indeks komposit Shanghai naik 0,1% pada level 3.178,61 sedangkan indeks Shenzhen naik 0,4% ke level 1.134,68.
Saham perusahaan penerbangan memimpin kenaikan atas pembebanan kembali biaya ekstra bahan bakar. Saham China Eastern Airlines naik 1,5% pada level CNY6.11 dan China Southern Airlines naik 3,2% ke level CNY5.85.
Sedangkan saham perusahaan minyak berakhir negatif setelah sebelumnya naik pesat, menyusul aksi China menaikkan harga bahan bakar minyak 6-7%. Juga merosotnya harga minyak atas kekhawatiran badai tropis Ida yang mengancam kilang minyak di Teluk Meksiko. Saham PetroChina turun 0,2% ke level CNY13.64 dan Sinopec turun 0,7% pada level CNY12.08.
Penguatan di bursa China berimbas pada indeks Hang Seng di Hongkong yang ditutup menguat untuk sesi ketiganya. Indeks Hangseng naik 60,61 poin (0,3%) ke level 22.268,16 dengan volume perdagangan naik menjadi HK$70,52 miliar
Saham perbankan memimpin penguatan, seiring kenaikan rating Moody's dan Credit Suisse. Saham ICBC naik 1,2% ke level HK$6.71, level tertinggi sejak November 2007 dan Bank of China naik 1,1% ke HK$4.77, angka tertinggi sejak November 2007.
Demikian juga saham China Construction Bank naik 0,9% ke level HK$7.04, setelah sebelumnya menyentuh HK$7.14, level tertinggi sejak Desember 2007.
Namun aksi profit taking terhadap saham properti, seiring kekhawatiran perubahan kebijakan pemerintah, menahan penguatan bursa lebih lanjut. Saham Sun Hung Kai Properties turun 2% ke level HK$115.80 dan New World Development turun 0.8% ke level HK$16.98. Di bursa Korea Selatan, indeks Kospi naik 5,51 poin (0,4%) ke level 1.582,30 dengan volume perdagangan menipis. Hal ini mengindikasikan masih adanya kekhawatiran pelambatan peningkatan ekonomi pada kuartal empat 2009 ketimbang kuartal sebelumnya.
Saham Hyundai Motor Co, produsen otomotif terbesar di Korsel, menguat 2,4% pasca rilisnya data penjualan kendaraan penumpang Oktober. Penjualan kendaraan penumpang ini dilaporkan melesat 76% mencapai 8,19 juta, pertama kali sejak awal 2009. Hal ini menjadikan Hyundai pemimpin pasar tahun ini.
Penguatan juga dipicu sektor perbankan, dimana saham Shinhan Financial Group naik 1,4% ke level KRW46.850, Hana Financial Group naik 3,2% ke KRW36.000, dan Samsung Electronics naik 0,4% pada level KRW727.000. Namun, penguatan tertahan berita baku tembak angkatan laut Korea Utara dan Korea Selatan di pantai barat peninsula.
Sedangkan saham Compal Electronics Inc Taiwan, produsen laptop terbesar dunia, naik 2,2% setelah penjualannya menguat 61% bulan lalu. Sedangkan Taiwan dan Filipina melaporkan penurunan ekspor yang tipis dalam 10 bulan terakhir. Surplus Jepang secara tidak terduga meningkat.
Risk appetite muncul kembali dan ada dana yang siap diinvestasikan, ujar Manpreet Gill, strategis Barclays Wealth Singapore, yang mengelola aset senilai US$223 miliar. Kami masih mempertimbangkan saham sebagai aset. Sebab, saat ini kita masih berada dalam 12 bulan pertama setelah jatuhnya saham dan rendahnya suku bunga.
Demikian juga bursa saham Taiwan yang naik di hari ketiganya setelah data ekspor Oktober mencapai titik terendah dalam 13 bulan terakhir. Hal ini terjadi seiring naiknya permintaan untuk mobile phones, komputer dan elektronik lain dari China. Compal Electronics naik menjadi NT$41.90, tertinggi sejak November 2003.
Bursa saham Tokyo mengalami kenaikan dipicu saham finansial atas adanya aksi short-covering. Namun, penguatan menjadi terbatas karena kuatnya pergerakan yen. Indeks Nikkei pun ditutup menguat 61,74 poin (0,6%) ke level 9.870,73.
Saham broker dan real estate terpantau menguat, dengan saham Nomura Holdings naik 2,9% ke level Y638 dan Mitsui Fudosan naik 4,2% ke Y1.461. Sedangkan penguatan yen atas dolar AS memukul beberapa saham eksporter seperti Sony dan Honda Motor, menjauhi nilai tertinggi.
"Kami mengekspetasikan laporan keuangan kuartal keempat akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal ketiga seiring adanya peningkatan pada situasi ekonomi global dan domestik, ujar Simon Wang, analis dari Guoyuan Securities. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !